• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

BBM Makin Mahal, Pakar Ingatkan BLT Harus Tepat Sasaran

by Redaksi Bontang Post
28 Oktober 2022, 12:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kenaikan harga BBM berdampak kepada masyarakat dari berbagai kalangan. Sebelumnya, DPR memastikan bahwa masyarakat kecil yang terdampak mendapat jaring pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sebagaimana diketahui, kenaikan BBM memberikan multiplier effect (efek berganda) kepada kondisi perekonomian nasional. Hal ini pun menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah pun menanggulangi dampak ini dengan menyalurkan BLT BBM. Dilansir dari website resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sejauh ini BLT telah disalurkan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) per September dan Oktober 2022.

Total nilai dana BLT yang disalurkan mencapai Rp 6,2 triliun dengan masing-masing warga menerima Rp 300 ribu. Sedangkan untuk pencairan BLT pada November, masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan dirinya.

DPR pun mengungkapkan sikapnya terkait dampak kenaikan harga BBM ini. Ketua DPR Puan Maharani pun mendukung keputusan kenaikan BBM ini karena anggaran subsidi akan dialihkan dalam bentuk bantuan sosial berupa BLT. Dia memastikan agar BLT ini bisa efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Hari Ini 150 Warga Bontang Kuala Terima BLT BBM

Pengamat kebijakan publik Davis Roganda menilai, BLT harus dipastikan tiba ke tangan masyarakat kurang mampu yang benar-benar membutuhkan. Davis mengatakan bahwa subsidi BBM akan terus membuat APBN semakin membengkak.

Oleh karena itu, pemerintah harus membuat pilihan yang cukup berat di masa pandemi. “Subsidi terus yang akan membengkakkan anggaran soal APBN jadi itu persoalan soal ekonomi Indonesia juga sudah cukup berat di masa pandemi kemarin. Jadi ini memang pilihan berat bagi pemerintah tapi akhirnya diputuskan untuk mengupayakan pemulihan ekonomi negara,” ujar Davis.

Dia juga mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ini juga pasti berdampak kepada kondisi ekonomi masyarakat kecil. Khususnya berdampak kepada daya beli. “Memang masalah kenaikan BBM ini tentu yang paling berdampak itu adalah ekonomi masyarakat kecil karena secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap daya beli,” imbuh Davis.

Baca Juga:  Bontang Dapat 875 Kuota Tambahan BLT UMKM

Davis menjelaskan bahwa BLT merupakan social safety net atau jaring pengaman sementara. BLT bisa dipakai untuk menyelamatkan mereka yang terdampak. BLT ini nantinya akan membantu memulihkan daya beli masyarakat.

Dia pun mengatakan bahwa dalam hal ini peran DPR bukan sekadar pembuat kebijakan. DPR, kata Davis juga memiliki fungsi pengawasan dalam penyaluran BLT dan hal ini sudah dijalankan sebagaimana mestinya.

“DPR itu tidak hanya sebagai sebatas berfungsi sebagai pembuat kebijakan atau tapi juga pengawasan dan juga kontrol terhadap anggaran yang sering terjadi adalah masalah pengawasan pengawasan anggaran bantuan BLT itu menjadi problem dari waktu ke waktu dari zamannya,” ungkapnya.

Menurutnya dalam hal ini, DPR sudah dan sedang terus menjalankan perannya untuk memastikan pengawasan dilakukan dari tingkat pusat hingga daerah. Memang inilah yang perlu diperjuangkan oleh DPR.

Baca Juga:  Dissos-PM Buka Pelayanan di Rumah Singgah untuk Warga yang Belum Ambil BLT BBM

“Tinggal bagaimana mendukung kebijakan-kebijakan bantuan ini. Dan yang penting ialah bagaimana tingkat pengawasan yang dilakukan dari tingkat pusat sampai tingkat daerah bahkan sampai tingkat lokal itu yang diperjuangkan,” tambahnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa BBM merupakan alat produksi yang mempengaruhi ongkos produksi. Hal inilah yang membuat harga komoditas naik. Akibatnya barang tak laku di pasar sehingga membuat perekonomian tidak bertumbuh. Yang paling terdampak kondisi ini pun ialah para pedagang kecil.

“Harga makin mahal ya barang nggak bakal laku di pasar. Karena nggak laku di pasar ya perekonomian nggak bertumbuh. Yang paling kena pedagang-pedagang kecil bukan industri manufaktur,” tandasnya. (jawapos)

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: BLT BBM
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bolos Sekolah dan Pesta Miras Oplosan, 9 Pelajar Diamankan Polisi

Next Post

Gagal Ujian SIM, Bisa Langsung Mengulang

Related Posts

Dinas Sosial Beber Penyebab BLT BBM Dikembalikan
Bontang

Dinas Sosial Beber Penyebab BLT BBM Dikembalikan

26 Desember 2022, 19:22
Besok 6.998 Kepala Keluarga di Bontang Terima BLT BBM Tahap Kedua
Bontang

Besok 6.998 Kepala Keluarga di Bontang Terima BLT BBM Tahap Kedua

19 Desember 2022, 11:30
BLT yang Tak Diambil akan Kembali ke Kas Daerah
Bontang

Penerima BLT BBM Tahap Kedua Menyusut

8 Desember 2022, 13:00
UMP 2023 Kaltim Naik Rp 50 Ribu
Bontang

Program BLT BBM Terserap 80 Persen, Tahap Kedua Dibagi 19 Desember

5 Desember 2022, 17:00
Dissos-PM Buka Pelayanan di Rumah Singgah untuk Warga yang Belum Ambil BLT BBM
Bontang

Dissos-PM Buka Pelayanan di Rumah Singgah untuk Warga yang Belum Ambil BLT BBM

29 November 2022, 16:00
2.390 KK di Bontang Belum Ambil BLT BBM
Bontang

2.390 KK di Bontang Belum Ambil BLT BBM

24 November 2022, 10:40

Terpopuler

  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.