bontangpost.id – Menjelang akhir tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat setidaknya ada 53 jenis kejadian bencana yang terjadi sejak awal Januari hingga, Jumat (11/11/2022).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang Irwan Febrayana membeberkan berdasarkan jenisnya sepanjang 2022 bencana alam yang mendominasi ialah kebakaran permukiman, yakni 18 kejadian.
Sedangkan di posisi kedua, bencana alam yang sering terjadi ialah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan total 12 kejadian yang menghanguskan sekira 17,5 hektare lahan.
“Kalau dilihat dari total kejadiannya, Karhutla tahun ini mengalami penurunan. Pada 2021 terdapat 14 kejadian. Namun, bila dibanding total luas lahan yang terbakar, tahun ini mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya yakni 8,2 hektare,” urainya.
Kata dia, penyebab terjadinya Karhutla ialah kelalaian masyarakat. Seperti pembukaan lahan. Meski begitu, Irwan mengklaim tingkat kesadaran masyarakat mulai meningkat. Lantaran saat melakukan pembukaan lahan masyarakat telah melakukan upaya penyekatan wilayah agar api tidak merembet.
“Tugas kami kalau ada api dipadamkan. Lalu melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Untuk eksekusi kami membutuhkan kerja sama instansi lain,” timpalnya.
Berikutnya, banjir menjadi bencana alam yang sering terjadi di Kota Bontang. Tahun ini terdapat 12 kejadian dengan total 102 orang yang dievakuasi.
Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan sejak 2020 dengan total 4 kejadian. Sedangkan sepanjang 2021 terdapat 7 kejadian.
“Meski banjir mendominasi tetapi tidak separah pada 2019 lalu. Sebab, saat ini sudah ada normalisasi sungai, turap dan sebagainya. Jadi, itu berdampak mengurangi keparahan banjir tahun ini,” sambungnya.
Sedangkan kejadian bencana lain yang terjadi di Bontang tahun yakni tanah bergerang atau tanah longsor tiga kejadian, kebakaran panel listrik satu kali, angin puting beliung satu kejadian, evakuasi nelayan di perairan satu kali, dan laka laut lima kejadian.
Bilang Irwan, dari 15 kelurahan seluruhnya memiliki potensi terhadap berbagai jenis bencana. Namun, beberapa kelurahan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.
Misalnya saja Kelurahan Bontang Lestari rawan akan Karhutla. Lantaran di wilayah tersebut didominasi oleh lahan dan hutan. Sementara untuk Kelurahan Loktuan dan Bontang Kuala didominasi oleh bencana kebakaran permukiman. Lantaran memiliki wilayah padat penduduk.
“Kalau Kelurahan Api-Api itu memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap banjir. Karena di situ menjadi titik akhir bertemunya air laut dan air tadah hujan dari hulu. Makanya banyak wilayah yang terdampak. Untuk meminimalisasi bencana mari turut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan,” tutupnya. (*)







