bontangpost.id – Dinas PUPRK Bontang telah rampung menyusun masterplan penanganan banjir Kota Bontang. Hasil kajian tersebut dipaparkan kepada seluruh OPD terkait dan DPRD Bontang di Aula Dispopar Bontang pada, Selasa (13/12/2022).
Kabid Sanitasi Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang Edi Suprapto mengungkapkan dalam masterplan tersebut terdapat tiga skema utama dalam menuntaskan banjir.
Pertama skema jangka pendek. Kegiatan itu sendiri telah diterapkan di masyarakat maupun pemerintah. Seperti pengerukan sedimen sungai, pembangunan turap, normalisasi drainase, dan kegiatan lainnya. Presentase keberhasilannya pun diklaim mencapai 25 persen.
Seluruh opsi jangka pendek itu menyasar semua sungai yang ada di Bontang yang memiliki panjang sekira 28 kilometer. Namun, kondisi sepertiga sungai atau sekira 9 kilometer belum tersentuh penurapan.
“Sebelumnya daya tampung sungai hanya 400 ribu kubik saja. Namun, setelah diturap saat ini sungai bisa menampung 677 ribu kubik air,” ucap Edi.
Kedua yakni skema jangka menengah. Pemerintah telah merealisasikannya di kawasan Gunung Telihan dan Kanaan dalam bentuk pembangunan polder.
Skema terakhir ialah jangka panjang. Kata Edi, dalam hal ini pihaknya akan membangun kanal banjir dan melakukan perluasan waduk Kanaan. Untuk merealisasikannya pihaknya membutuhkan sekira Rp 700 miliar. Diketahui jumlah tersebut belum termasuk kajian drainase perkotaan.
“Kemungkinan nilainya akan bertambah,” singkatnya.
Disinggung soal agenda tertutup, Edi beralasan hanya agar fokus dalam pembahasan. Dia menegaskan, tidak ada yang ditutup-tutupi dari pembahasan tersebut.
“Hanya perlu fokus saja tidak ada yang rahasia,” timpalnya. (*)







