bontangpost.id – PT Kaltim Parna Industri (KPI) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menggelar pencanangan Aksi Bergizi Kota Bontang melalui program Sehati Bersama GeGas Mitra KPI Berdaya Bontang Barat.
Kegiatan yang bertempat di Pendopo Wali Kota Bontang dilaksanakan Kamis (26/1/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati menerangkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi anemia yang terjadi di Kota Bontang.
Pada medio 2022, Puskesmas Bontang Barat bersama PT KPI melakukan pemeriksaan hemoglobin (hb) kepada 171 siswa SMP dan SMA, dan ditemukan 41 siswi atau sekitar 23,98 persen menderita anemia.
Melalui Aksi Bergizi ini, program yang akan dilakukan di sekolah tingkat SMP maupun SMA adalah mengonsumsi makanan tinggi protein setiap hari, dan minum tablet tambah darah seminggu sekali bagi remaja putri.
“Harapannya antara sekolah dengan Dinkes Bontang ada koordinasi untuk mengedukasi remaja putri benar-benar mengonsumsi tablet penambah darah,” harap drg Toetoek yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan Aksi Bergizi.

Adapun maksud dan tujuan pencanangan Aksi Bergizi, di antaranya meningkatkan literasi warga sekolah tentang tablet penambah darah, olahraga atau aktivitas fisik, dan konsumsi gizi seimbang. Selain itu, meningkatkan komitmen sekolah untuk melaksanakan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin.
“Terima kasih kepada PT KPI yang telah berkolaborasi dalam peningkatan kesehatan, khususnya stunting dan anemia maupun penyakit tidak menular kepada remaja di sekolah,” ucapnya.
Sementara itu, General Manager HRDGA PT KPI Budi Hermawan menjelaskan sejak 2020, PT KPI bersama Diskes Bontang berupaya menurunkan angka stunting. Upaya efektif yang dilakukan dengan mencegah melalui intervensi seribu hari pertama kehidupan.
Sebelum adanya gerakan ini, KPI bersama Puskesmas Bontang Barat telah menginisiasi gerakan pencegahan stunting remaja melalui program Cegah Remaja Putri Anemia (Ceria).
Program yang selama ini sudah dijalankan diharapkan terhs dikembangkan. Mengingat yang awalnya dari satu sekolah kini menjadi sebuah gerakan seluruh sekolah di Kota Bontang.
“KPI berkomitmen dan terus mendukung berbagai upaya pencegahan stunting dan gerakan hidup sehat, khususnya remaja. Dengan harapan semakin banyak remaja menerapkan pola hidup sehat,” harap Budi.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Wali Kota Bontang Basri Rase, mengingat pada 2024 angka stunting ditargetkan turun hingga 14 persen. Anemia menurutnya menjadi salah satu dampak pada stunting.
Melalui Aksi Bergizi tersebut, Basri berharap pihak Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekolah maupun remaja putra-putri yang tergabung dalam anggota Pramuka Bakti Husada dapat memberikan edukasi, arahan, dan bimbingan kepada anak didik juga rekan sebaya terkait pentingnya minum tablet penambah darah.
“Terima kasih kepada KPI yang telah banyak bekerja sama dalam peningkatan kesehatan di Kota Bontang,” tutup Basri.
Kegiatan pun diisi dengan pemberian materi terkait Aksi Bergizi oleh Laela Siddiq dan dr Arlita Eka Putri VP. (*)







