bontangpost.id – Sebuah rumah di Jalan Potingku, RT 03, Kelurahan Kanaan nyaris tertimbun tanah akibat bencana longsor yang terjadi pada, Rabu (1/3/2023) lalu.
Bencana longsor di area permukiman itu terjadi tepat berada di belakang rumah Ketua RT 3 Kelurahan Kanaan Yulianus Alwi. Bahkan, panjang tanah yang longsor mencapai 7 meter dengan ketinggian 6 meter.
Saat dijumpai, Yulianus menuturkan penyebab longsor diakibatkan intensitas hujan yang tinggi dan tidak berhenti. Bahkan tidak ada siring di area tersebut sebagai penahan tanah. Sehingga tanah mengalami pergeseran.
“Saat itu hujan kan tidak berhenti. Nah, karena itu langsung longsor,” ucapnya, Jumat (3/3/2023).
Sejak menetap di Kanaan pada 2003 lalu, diakuinya, ini kali keempat bencana longsor yang ia rasakan. Dia mengaku sudah beberapa kali ia mengusulkan pembangunan siring di musrenbang tingkat RT hingga kecamatan untuk menghindari hal serupa terjadi kembali. Namun, asanya terhenti karena usulan tersebut selalu tidak masuk dalam penanganan prioritas.
“Sudah saya usulkan dari jaman wali kota pertama sampai sekarang tapi belom pernah terealisasi,” katanya.
Berdasarkan pantauan, lokasi rumah Yulianus memang persis di bawah tebing. Bisa dikatakan rawan bencana longsor. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan ini. Dengan pembangunan turap atau siring.
Sebab, bila melihat kondisi saat ini, besar kemungkinan akan terjadi longsor susulan di musim hujan.
“Padahal saat kejadian sudah saya laporkan ke kelurahan tapi sama sekali enggak ada kunjungan atau melihat lokasi langsung. Sangat disesali sekali,” tutupnya. (*)







