bontangpost.id – Gelaran teknologi tepat guna (TTG) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bontang. Pasalnya, hasil karya teknologi ciptaan masyarakat Kota Bontang alias putra daerah diwacanakan mendapat perlindungan hak cipta.
Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan wacana tersebut ia usulkan sebagai salah satu ‘oleh-oleh’ lawatannya ke Swiss juga Perancis beberapa waktu lalu.
Saat berada di Eropa, ia melihat banyak produk Indonesia yang tidak dipatenkan. Disebutkannya, hanya sekira 3 ribu produk di Indonesia yang mendapat perlindungan hak cipta alias hak kekayaan intelektual (HKI). Alhasil, banyak produk yang ditiru.
“Nah, berangkat dari persoalan itu saya menginginkan semua produk asli buatan warga Bontang dipatenkan. Supaya tidak diklaim daerah lain,” ucapnya kepada redaksi bontangpost.id.
Oleh sebab itu, Basri meminta jajarannya untuk memfasilitasi peserta yang menjuarai lomba TTG untuk terdaftar dalam HKI. Disinggung soal teknis dan sasaran yang akan mendapat perlindungan hak cipta, Basri mengaku baru akan merumuskan dengan dinas terkait.
“Batik di Bontang kan belum terdaftar juga tuh. Makanya, mau kami masukkan juga. Nah, teknisnya gimana baru mau saya rapatkan. Daerah tidak bisa mematenkan karena itu ranah pemerintah pusat. Tapi, berhak mengusulkan,” terangnya.
Baca juga; Keren, Puluhan Warga Bontang Ciptakan Karya Teknologi Kreatif
Kata Basri, ada tiga faktor yang mengakibatkan rendahnya kepemilikan HKI oleh pelaku usaha. Pertama adalah rendahnya pemahaman HKI. Kedua, ketiadaan biaya untuk mendaftarkan HKI. Ketiga karena masalah penegakan hukum HKI.
Menurutnya, hasil karya berupa teknologi tepat guna ciptaan anak bangsa yang wajib diberi penghargaan dan apresiasi. Dengan begitu, ia yakin kemampuan produktif masyarakat bisa berkembang maksimal. Sebab, pemilik HKI mampu melindungi produk teknologi dan bisa memberikan nilai tambah terhadap produknya.
“Tidak hanya memberikan perlindungan terhadap hasil cipta karya serta nilai ekonomis saja. Makanya kami akan minta dukungan ke Pemprov juga,” tandasnya. (*)







