• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Elpiji Langka, Pasokan Datang Langsung Ludes Hitungan Jam 

by BontangPost
25 April 2017, 12:33
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
MASIH LANGKA: Stok gas elpiji melon kosong di beberapa pengecer di Sangatta.(DOK)

MASIH LANGKA: Stok gas elpiji melon kosong di beberapa pengecer di Sangatta.(DOK)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Pasokan dari Agen Terbatas

SANGATTA – Sudah sepekan terakhir pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau yang akrab dikenal ‘elpiji melon’ tak stabil. Akibatnya, warga pun berebut untuk mendapatkan gas yang disubsidi pemerintah tersebut. Mengingat keberadaannya cukup langka.

Suryati (34) salah satu pengecer gas elpiji melon mengaku sudah seminggu ini hanya mendapat 3 hingga 5 tabung dari agen. Padahal, sebelumnya dirinya bisa menerima 10 hingga 20 tabung setiap hari.

“Katanya, pasokannya juga terbatas. Makanya, kami hanya dijatah sedikit,” aku Yati yang berjualan di Jalan Yos Sudarso II.

Dengan pasokan yang terbatas tersebut, lanjut dia, banyak konsumennya yang tidak kebagian.

“Yah, nggak sampai beberapa jam, gas melon yang saya jual langsung habis. Karena di tempat lain juga banyak yang kosong,” ujarnya.

Baca Juga:  Indexim Kembali Cemari Lingkungan

Senada, Wahyu (41) pedagang di Jalan Yos Sudarso III juga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas elpiji melon. Bahkan, terkadang dirinya hanya mendapatkan dua buah tabung gas. Itu pun harus mengantre dan berebut dengan pengecer lainnya.

“Kadang sehari dapat. Tapi kadang malah enggak kebagian. Sudah semingguan ini pasokannya enggak lancar,” sebut Wahyu.

Disinggung harga jual, dia mengaku, sebagian pedagang memang ada yang menaikan harga. Karena, kondisi pasokannya yang terbatas dan permintaan tinggi. Meskipun begitu, dirinya tetap menjual elpiji melon dengan harga normal.

“Biasanya saya jual Rp 24 ribu. Tapi kalau yang lain, bahkan ada yang jual sampai Rp 30 ribu,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Keping KTP Tidak Layak Dimusnahkan

Terpisah, Jumian (35) mengaku sudah tiga hari tidak menjual elpiji melon. Sebab, setiap datang ke pangkalan, dirinya selalu kehabisan stock.

“Selalu kehabisan mas. Padahal, sudah pesan,” kata Jumian.

Sedangkan untuk elpiji 12 kg, kata dia, stock nya masih cukup. Dirinya, pun menjual dengan harga Rp 145 ribu.

“Kalau yang 12 kg selalu aman. Cuma yang melon saja selalu kurang,” akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Edward Azran, belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut.(aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: elpijilangkaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dilema UU 23, Di Kutim Marak Barang Kedaluwarsa

Next Post

Harga Elpiji Naik jadi Rp 25 Ribu 

Related Posts

Antisipasi Lonjakan Permintaan Elpiji 3 Kg Saat Nataru, DKUMPP Bontang Ajukan Extra Dropping
Bontang

Antisipasi Lonjakan Permintaan Elpiji 3 Kg Saat Nataru, DKUMPP Bontang Ajukan Extra Dropping

23 Desember 2025, 13:30
Beli Gas Elpiji 3 Kg Pakai KTP, Warga Khawatir Data Disalahgunakan
Nasional

Bukan Rp20.000, Sri Mulyani Ungkap Harga Asli Gas Melon

30 Januari 2025, 15:00
Kemendag Temukan Kecurangan di Elpiji Subsidi, Negara Bisa Merugi Rp18,7 Miliar Per Tahun
Nasional

Kemendag Temukan Kecurangan di Elpiji Subsidi, Negara Bisa Merugi Rp18,7 Miliar Per Tahun

28 Mei 2024, 11:00
Mulai 1 Januari 2024, Pembelian Elpiji 3 Kg Dibatasi, Wajib Terdaftar di Pangkalan
Nasional

Mulai 1 Januari 2024, Pembelian Elpiji 3 Kg Dibatasi, Wajib Terdaftar di Pangkalan

20 Desember 2023, 17:00
Diduga Agen Gas Melon “Bermain”, Pertamina Klaim Sudah Beri Sanksi Agen dan Pangkalan
Kaltim

Diduga Agen Gas Melon “Bermain”, Pertamina Klaim Sudah Beri Sanksi Agen dan Pangkalan

21 Juli 2023, 09:24
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Kaltim

Pasokan Elpiji dan BBM Jelang Lebaran di Kaltim Ditambah

19 April 2023, 09:54

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.