bontangpost.id – Wacana pembangunan mini zoo dari hasil tangkapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mendapat sorotan.
Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan pembangunan mini zoo tersebut harus dikaji lebih lanjut. Sebab jangan hanya membangun, namun juga perlu mempertimbangkan beban biaya perawatan dan pemeliharaan satwa di mini zoo tersebut.
“Yang harus dipikirkan juga bagaimana memberi makannya, kemudian perawatannya. Itu kan juga butuh biaya yang enggak sedikit,” katanya.
Baca juga; Telan Anggaran Rp 17 Miliar, Disdamkartan Bontang Bangun Mini Zoo Tahun Ini
“Yang harus dipikirkan juga bagaimana memberi makannya, kemudian perawatannya. Itu kan juga butuh biaya yang enggak sedikit,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Disdamkartan mewacanakan pembangunan mini zoo seluas 2 hektare yang berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean persis di samping kantor Disdamkartan. Adapun satwa yang berada di dalam mini zoo ialah hasil tangkapan seperti ular, kera, buaya, biawak, dan burung.
Adanya mini zoo dimaksudkan sebagai wadah edukasi dan wisata bagi masyarakat Kota Bontang khususnya para pelajar.
Kepala Disdamkartan Kota Bontang Amiluddin menjelaskan, mini zoo nantinya dikelola oleh Koperasi Satria Biru yang baru dibentuk. Sehingga anggota koperasi yang berasal dari Disdamkartan sudah mengetahui tentang binatang tangkapan.
“Koperasi ini kan sebagai pihak ketiga. Hanya saja anggotanya dari kami (Disdamkartan) sendiri,” jelasnya.
Adapun pembentukan koperasi sebagai pengelola diharapkan bisa mengurangi beban APBD dalam hal pemeliharaan mini zoo. Atau bahkan tak menggunakan APBD sama sekali. Karena seluruh kewenangan mini zoo dimiliki oleh koperasi.
“Jadi bagaimana koperasi nanti mendapatkan income. Bisa lewat karcis atau lainnya, sehingga pemeliharaan mini zoo bisa terus berjalan,” tandasnya. (*)







