bontangpost.id – Penanganan longsor lima bangunan di Gunung Elai terkendala anggaran. Sebab pergeseran dari anggaran APBD murni sudah tidak memungkinkan.
Pejabat Fungsional Ahli Muda Teknik Pengairan Dinas PUPRK Bambang Permadi mengatakan, pihaknya akan mengusahakan alokasi anggaran pada APBD perubahan. Lebih lanjut akan dilakukan pengkajian mendalam terkait skema penganggaran tersebut.
“Kami akan kaji langkah apa yang bisa diambil. Kemungkinan menggunakan swakelola tipe 2,” katanya, Senin (22/5/2023).
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Faisal merasa jika penganggaran di APBD perubahan terlalu lama.
“Jangan tunggu APBD perubahan. Karena anggarannya saja baru bisa digunakan bulan berapa. Lama sekali kalau menunggu itu. Mungkin bisa mengalihkan anggaran dari pengerjaan yang sifatnya enggak urgent,” ujarnya.
Rencana penanganan yang akan dilakukan adalah pembangunan turap di sungai. Terkait dengan perbaikan longsor di area bangunan warga, hal itu masih dikoordinasikan dengan pihak terkait. Sebab selain anggaran, kendala lain ialah kesepakatan dengan masyarakat yang bangunannya terdampak.
“Karena lahan itu punya masyarakat. Jadi tidak bisa langsung dikerjakan. Jika dikerjakan oleh pemkot, maka lahan masyarakat harus dihibahkan,” lanjut Faisal.
Adapun dari hasil perundingan, kesepakatan yang diambil ialah pemkot akan fokus mengerjakan turap sungai. Sementara tembok yang terdampak longsor akan tetap dikerjakan oleh warga setempat. (*)







