bontangpost.id – Untuk membantu menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggandeng ratusan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari setiap kelurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang Bahauddin menyebut setidaknya ada 213 kader TPK Bontang yang bakal disebar ke 17 titik untuk mengatasi persoalan stunting.
Menurutnya, kehadiran kader TPK di tengah masyarakat sangat penting sebab memiliki andil untuk menurunkan angka stunting. Lantaran bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh sebab itu, agar peran kader TPK di masyarakat berjalan maksimal pihaknya menggelar bimbingan teknis yang berlangsung di Auditorium 3 Dimensi pada Senin (17/7/2023).
“Kader TPK ini lah yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah kepada masyarakat untuk menurunkan stunting di Bontang,” ucapnya.
Disinggung mengenai progres penurunan stunting di Bontang tahun ini, Bahauddin bilang saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan keluarga. Progresnya pun mencapai 80 persen. Namun, berdasarkan data tahun lalu, presentase stunting di Kota Bontang pun berada di angka 21,6 persen.
“Untuk mengetahui apakah program pemerintah berhasil mengentas persoalan stunting di Bontang maka perlu adanya pendataan. Ini yang masih kami lakukan. Semoga bulan ini sudah selesai,” sambungnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Hukum Pemkot Bontang Dedy Harianto mengatakan kasus stunting masih menjadi persoalan serius bagi pemerintah daerah. Sebab pada 2024 mendatang presentase angka stunting di daerah harus mencapai 14 persen.
Ia berharap kader TPK yang ditempatkan di setiap kelurahan memiliki kegiatan aktif. Seperti memberikan pendampingan kepada keluarga stunting, kemudian mengedukasi masyarakat soal stunting utamanya bagi balita. Serta melakukan survei keluarga beresiko stunting.
“Saya berharap melalui Bimtek ini, kader TPK bisa menyerap ilmu sebanyak mungkin. Sehingga, saat terjun di masyarakat tidak bingung ketika memberikan pendampingan keluarga,” tandasnya. (*)







