BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperluas akses literasi dengan menyediakan lebih dari 1.000 koleksi buku bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Kepala Bidang Perpustakaan Indra Nopika Wijaya, mengatakan koleksi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembaca dengan keterbatasan tertentu.
“Akses terhadap bahan bacaan menjadi fokus utama pengembangan layanan. Salah satunya melalui penyediaan buku Braille agar tunanetra bisa menikmati literasi secara mandiri,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Koleksi yang tersedia meliputi buku Braille, audiobook, buku pengetahuan umum, fiksi, serta literatur edukatif lainnya yang didukung fasilitas aksesibilitas ramah disabilitas.
Selain itu, penataan koleksi juga diperhatikan dengan menempatkan buku di ruang khusus yang mudah dijangkau, serta didukung petugas layanan khusus.
“Penataan ini memudahkan pengunjung dalam mencari buku. Kami juga menyiapkan staf yang siap membantu,” jelasnya.
Dalam pengadaan koleksi, DPK Bontang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Sentra Wyata Guna Bandung sebagai penyedia buku Braille.
Kemitraan juga dilakukan bersama organisasi seperti Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), serta komunitas lokal seperti forum penulis dan pendongeng.
“Keterlibatan komunitas penting agar layanan yang diberikan tepat sasaran,” tambahnya.
Melalui langkah ini, DPK Bontang berharap minat baca di kalangan penyandang disabilitas terus meningkat, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi yang inklusif bagi semua kalangan. (*)







