• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kearsipan Bukanlah Hal Yang Monoton, Tetapi Juga Memerlukan Inovasi dan Kreatifitas  

by BontangPost
19 April 2017, 12:38
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis,
Fendi Susilo, A.Md.
Arsiparis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bontang

Penulis, Fendi Susilo, A.Md. Arsiparis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Kota Bontang

Share on FacebookShare on Twitter

 

Registrasi arsip surat menyurat dalam sebuah organisasi merupakan bagian awal dalam sebuah organisasi. Dengan registrasi yang tertib dan rapi, tentu akan mempermudah proses penataan arsip dan penemuan kembalinya.

Sampai saat ini, registrasi yang populer digunakan oleh sebagian besar organisasi adalah sistem agenda. Sebagaimana yang kita kenal, sistem ini menggunakan buku agenda untuk mencatat semua surat menyurat, baik surat masuk maupun surat keluar. Seiring dengan perkembangan jaman, sistem agenda dinilai memiliki banyak kekurangan yang kurang bisa mengakomodir kebutuhan pengguna arsip saat ini.

Pertama, pemisahan registrasi antara surat masuk dan surat keluar. Dampaknya adalah penataan dan penyimpanan harus sesuai dengan asal diperolehnya surat/arsip tersebut. Surat yang diperoleh dari pihak luar organisasi terhimpun menjadi satu dalam bantex/gung yu “Surat Masuk”. Sedangkan surat yang dibuat oleh internal organisasi dengan peruntukkan pihak di luar organisasi terhimpun menjadi satu dalam bantex/gung yu “Surat Keluar”. Padahal, penataan arsip yang baik dan benar adalah berdasarkan kesatuan dan keutuhan informasi yang terkandung di dalamnya, bukan berdasarkan Surat Masuk dan Surat Keluar. Di lain sisi, Penggunaan bantex/gung yu sendiri sudah tidak dianjurkan dalam pengarsipan sebuah berkas karena harus melubangi media arsip yang berarti merusak fisik arsip.

Baca Juga:  Mangrove Berbas Pantai Bakal Dikembangkan 

Kelemahan kedua adalah sulitnya proses penemuan kembali arsip sehingga usaha untuk mendapatkan informasi yang utuh akan memakan waktu yang lama karena harus dicari dalam dua lembar/buku registrasi yang berbeda. Selain itu, arsip pun harus dicari dalam sarana penyimpanan yang terpisah pula, yaitu bantex/gung yu “Surat Masuk” dan “Surat Keluar”.

Ketiga adalah sulitnya mengakses buku agenda jika masih menggunakan pencatatan secara manual dengan tulisan tangan yang tidak jarang sulit dibaca oleh pengguna yang lain.

Mengatasi permasalahan tersebut di atas, sebaiknya penggunaan sistem agenda dikombinasikan dengan sistem pola klasifikasi. Pengkombinasian kedua sistem ini terlebih dahulu dilakukan dengan melakukan peralihan dari sistem agenda yang menggunakan buku dengan pencatatan secara manual menjadi pencatatan dengan menggunakan  aplikasi komputer. Aplikasi komputer yang paling sederhana adalah Microsoft Office Excel dan Microsoft Office Access.

Penggunaan aplikasi ini setidaknya mampu memberikan solusi sederhana. Jenis huruf yang terstandar akan mempermudah siapa pun pengguna arsip  untuk mengakses agenda. Kesalahan pencatatan saat registrasi pun dapat diperbaiki dengan cepat tanpa meninggalkan bekas tipe-x ataupun coretan. Kelebihan yang lainnya adalah proses pencarian identitas arsip yang lebih mudah dan cepat dengan fasilitas “find”. Bahkan kita pun dapat mengelompokkan data yang kita input sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  120 Sapi Ditarget Inseminasi Buatan

Sementara itu, guna mengoptimalkan penggunaan aplikasi berbasis database sederhana tersebut, sistem penataan dan penyimpanan arsip tidak lagi menggunakan sarana yang terpisah seperti “Bantex Surat Masuk” dan “Bantex Surat Keluar”. Melainkan menggunakan filing cabinet dengan metode pola klasifikasi. Artinya, surat yang mempunyai keterkaitan informasi ditata dan disimpan dalam satu sarana berupa folder/map gantung sebagai satu kesatuan informasi. Dengan demikian prinsip keutuhan informasi tetap terjamin.

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan sistem klasifikasi secara tidak kita sadari telah diaplikasikan dalam teknologi handphone. Dulu, pada awal diciptakannya, handphone mengadopsi sistem agenda, dimana pesan singkat disimpan berdasarkan asal perolehan pesan singkat. Pesan singkat yang diperoleh dari pihak lain akan terkumpul dalam “Kotak Masuk”, sedangkan pesan yang telah kita kirim ke pihak lain akan tersimpan dalam “Kotak Keluar/Terkirim”. Dengan sistem seperti ini, tidak jarang  pengguna handphone harus bolak-balik membuka “Kotak Masuk” dan “Kotak Keluar” untuk mengetahui alur pembicaraan guna memperoleh informasi runtut dan utuh. Berbeda halnya dengan teknologi handphone saat ini, penataan dan penyimpanaan pesan singkat dikelompokkan  berdasarkan subjek pengirim / objek penerima pesan singkat. Pesan disusun secara kronologis layaknya orang yang sedang mengobrol sehingga pengguna pun lebih mudah mengetahui alur informasi dan lebih mudah mendapatkan informasi yang utuh tanpa harus membuka pesan singkat yang ada di sarana penyimpanan yang berbeda “Kotak Masuk” dan “Kotak Keluar”.

Baca Juga:  Seribu Orang Mudik Natal 

Sebagaimana kita pahami bersama bahwa inti kegiatan registrasi arsip bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mempermudah proses pencarian arsip saat diperlukan. Bahkan bukan hanya itu, prinsip kesatuan dan keutuhan informasi pun harus menjadi pertimbangan prioritas di dalamnya.

Kearsipan bukanlah hal yang monoton tetapi juga memerlukan inovasi dan kreatifitas. Hal ini tentunya berbanding lurus dengan perkembangan media/sarana informasi yang senantiasa berkembang seiring perkembangan teknologi. Pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai dunia informasi, dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia”. Pepatah ini menunjukkan bahwa informasi memiliki kekuatan yang luar biasa, arsip salah satunya.

Tags: arsipbontangdinas perpustakaan dan kearsipan bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Basri Rase Launching RPP KPU Bontang

Next Post

Pegolf Bontang Minta Diperhatikan

Related Posts

Kolaborasi Jadi Kunci, DPK Bontang Hadirkan Gebyar Literasi 2026 Tanpa Anggaran Khusus
Society

Kolaborasi Jadi Kunci, DPK Bontang Hadirkan Gebyar Literasi 2026 Tanpa Anggaran Khusus

10 Oktober 2026, 08:20
Festival Literasi Bontang Resmi Ditutup, Pengunjung Tembus 2.421 Orang
Society

Festival Literasi Bontang Resmi Ditutup, Pengunjung Tembus 2.421 Orang

17 Agustus 2026, 07:29
Festival Literasi Bontang Tak Sekadar Baca Buku, Ada Seni hingga Wirausaha
Society

Festival Literasi Bontang Tak Sekadar Baca Buku, Ada Seni hingga Wirausaha

13 Agustus 2026, 18:41
Lima Inovasi Unggulan DPK Bontang Perluas Akses Literasi dan Kearsipan
Society

Lima Inovasi Unggulan DPK Bontang Perluas Akses Literasi dan Kearsipan

21 Juli 2026, 19:42
Libur Sekolah, Bunda Literasi Bontang Ajak Anak Ramaikan Perpustakaan
Pemkot Bontang

Libur Sekolah, Bunda Literasi Bontang Ajak Anak Ramaikan Perpustakaan

3 Juli 2026, 07:37
DPK Bontang Siagakan Tim Layanan Digital dan Tatap Muka untuk Masyarakat
Society

DPK Bontang Siagakan Tim Layanan Digital dan Tatap Muka untuk Masyarakat

1 Juli 2026, 15:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.