BONTANG – Lokasi wisata mangrove di Berbas Pantai akan dikembangkan tahun ini. Sebanyak empat program akan dijalankan dalam pengembangan tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Diporapar) Bontang Bambang Cipto Mulyono belum lama ini.
Bambang menjelaskan, setelah diusulkan 2016 lalu, akhirnya di tahun ini lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) Mangrove Berbas Pantai akan dikembangkan. Sejatinya dalam pengembangan tersebut akan ada empat program yang akan direalisasikan, seperti adanya wisata kuliner, penambahan jalan, lampu, dan pergola. Tidak lain tujuannya adalah agar lokasi mangrove yang ada di wilayah Berbas Pantai tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Bontang.
“Wisata ini akan terus dikembangkan guna menambah daya tarik warga Bontang itu sendiri maupun wisatawan yang datang dari luar Bontang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, sebelum pengembangan tersebut, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan ke Surabaya, Jawa Timur untuk menghadap Kementerian pariwisata. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dalam perencanaan pengembangan tersebut. Kendati demikian, kegiatan ini tetap akan berjalan dan direalisasikan di tahun ini.
“Ada perubahan sedikit di dalam perencanaan, walaupun sedikit tentunya tetap harus dilaporkan dengan kementerian,” jelasnya.
Wisata Mangrove Berbas Pantai ini akan terus dikembangkan. Pasalnya di 2018, Disporapar memiliki rencana akan mengusulkan dermaga. Harapannya dengan dibangunnya dermaga tersebut, akan memudahkan wisatawan berkunjung yang ingin menggunakan akses laut. Namun bukan hanya itu, rencananya akan ada juga perpustakaan dan nursery di wilayah tersebut.
“Semoga usulan ini bisa diterima dalam pengembangan wisata khususnya Mangrove Berbas Pantai,” pungkasnya. (ver)







