bontangpost.id – Wali Kota Bontang Basri Rase akhirnya merespons persoalan atlet panjat tebing Bontang yang lolos bertanding ke kejuaran internasional di Swiss namun terkendala pembiayaan.
Dalam wawancara singkatnya, Basri masih mempertimbangkan perihal bantuan pendanaan dari pemerintah daerah. Sebab, menurutnya jika ada atlet yang lolos ke tingkat dunia maka seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Apalagi dalam pertandingan tersebut membawa nama negara.
“Harusnya itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sebab, dia mewakili Indonesia,” ucapnya Kamis (20/7/2023).
Baca juga; Lolos ke Kejuaraan Dunia, Atlet Bontang Terancam Gagal Berangkat
Kendati demikian, Basri tidak tutup mata mengenai hal itu. Dia bilang akan melakukan koordinasi dengan Dispopar Bontang untuk membantu atlet tersebut.
“Kita lihat porsi anggarannya nanti. Itu kan ranahnya Dispopar,” singkatnya.
Diinformasikan sebelumnya, Pemanjat Kaltim asal Bontang Siti Fatimah, lolos ke kejuaraan dunia panjat tebing. Hasil itu setelah dia meraih perunggu di kejuaraan nasional.
Kejuaraan bertajuk IFSC World Championship Bern 2023 tersebut digelar di Swiss, pada 1–12 Agustus. Namun, atlet yang mendulang emas pada Porprov Kaltim VII tersebut terancam tidak bisa ambil bagian. Mengingat seluruh pembiayaan ditanggung pribadi.
“Butuh sekira Rp 40 juta untuk akomodasi,” kata Ketua Harian FPTI Bontang M Tajudin. (*)







