bontangpost.id – Dua pria terekam CCTv tengah mengambil barang dagangan milik pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Jumat (11/8/2023) sekitar pukul 20.13.
Bustang, salah seorang pedagang di Pasar Tamrin mengatakan sudah beberapa kali kehilangan barang dagangan.
“Kalau ditotal lumayan juga. Dari kejadian kemarin saja sekitar Rp700.000,” katanya kepada redaksi, Selasa (15/8/2023).
Namun demikian, pencurian di lapaknya bukan pertama kali terjadi. Diakui Bustang, ini merupakan kali ketiga dirinya kehilangan barang di lapaknya.
“Waktu saya lihat di CCTv, ternyata benar ada yang ambil, cuma enggak tahu apakah orang yang sama dari sebelumnya atau bukan,” akunya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan terduga pelaku segera ditemukan dan diberi efek jera agar tak mengulangi hal serupa.
“Saya mau dia minta maaf dan berjanji enggak mengulangi hal itu lagi. Soalnya bukan cuma saya, pedagang lain juga sering hilang barang dagangannya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala UPT Pasar Bontang Andi Parenrengi membenarkan hal itu. Ia menyebut kehilangan barang dagangan bukan hanya di Pasar Tamrin, tetapi sering juga terjadi di pasar lain.
Berdasarkan kasus kehilangan yang pernah terjadi, pelaku berasal dari sesama pedagang. Sementara perihal kasus ini belum diketahui.
“Nah yang terduga pelaku berbaju hitam kami tahu orangnya, tapi itu kan masih dugaan. Jadi saya minta pastikan dulu benar orang dimaksud atau bukan. Tetapi kabarnya, dia (pria berbaju hitam) sudah diringkus ke polsek karena kasus lain,” sebutnya.
Andi juga mengungkapkan tidak hanya barang pedagang, musala pasar juga pernah kehilangan kotak amal. “Dulu memang pernah, tapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” sebutnya.
Ditambahkan Korlap Pasar Tamrin Mustafa, pengamanan oleh sekuriti sudah dilakukan dengan semestinya, namun di waktu kejadian masih banyak pedagang yang keluar masuk pasar.
“Jadi dikiranya ya itu pedagang, kan masih ada aktivitas di pasar kalau malam,” tambahnya.
Adapun patroli dilakukan secara rutin oleh sekuriti, jika ada sesuatu yang mencurigakan, akan langsung ditegur.
“Kayak dulu pernah ada yang ambil tomat, karena mencurigakan, ya kami datangi dan tegur,” tandasnya. (*)







