BONTANG – Melalui program rutin Jumat bersih yang diinisiasi oleh Kelurahan Berebas Tengah ke RT-RT setiap seminggu sekali, selain dapat menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan hijau, kelurahan juga mengharapkan angka penderita Demam Berdarah (DBD) dapat ditekan.
Keinginan ini rupanya perlahan-lahan mulai terwujud. Berkat contoh langsung yang diberikan oleh pegawai kelurahan, perlahan warga Berebas Tengah pun secara tidak langsung mulai sadar sendiri untuk turut menjaga kebersihan lingkungannya. Seperti yang terjadi pada Jumat (28/4) lalu di kawasan RT 15 dan 16 Berebas Tengah.
Pegawai kelurahan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar pun juga turut mengikuti kerja bakti setiap minggunya secara bergantian ini. Kegiatannya meliputi membersihkan parit, penebangan ranting pohon, penataan tanaman, hingga pembersihan sampah-sampah disekitar RT tersebut.
Lurah Berebas Tengah Usman HM mengatakan, nantinya kerja bakti ini akan menyisir seluruh RT di kelurahan Berebas Tengah. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat, serta menciptakan kebiasaan yang selalu menjaga kebersihan di lingkungannya.
“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata. Karena menjaga kebersihan lingkungan akan membawa dampak besar dalam jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal didalamnya,” sebutnya.
Dia memaparkan, sejak giatnya kegiatan Jumat bersih yang dimulai pada awal tahun lalu hinga April ini, jumlah penderita DBD di Berebas Tengah hanya sekira 20 orang saja. Itupun hanya dirawat beberapa hari saja di rumah sakit dan tidak sampai parah bahkan meninggal, Angka ini berbeda sekali dengan tahun lalu yang mana, penderita DBD di Berebas Tengah cukup banyak.
“Dengan adanya program bersih mampu menurunkan jumlah warga yang terkena DBD berkurang. Hal ini karena lingkungan yang bersih, sampah yang tidak menumpuk, serta bebas dari genangan air. Sehingga, tidak dapat menjadi sarang nyamuk yang membawa DBD,” pungkasnya. (*/lya/bbg)







