bontangpost.id – Perkembangan ekonomi, terutama inflasi di Bontang sempat menjadi pembahasan dalam rapat kerja DPRD Kota Bontang.
Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, mengacu pada indeks harga konsumen (IHK), terjadi inflasi di Samarinda sebesar 0,10 persen dan deflasi di Balikpapan sebesar 0,16 persen pada Agustus lalu.
Diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Sutarmin, perhitungan makro ekonomi Kota Bontang masih menggunakan rujukan inflasi dari Kota Samarinda, sehingga ia pun mempertanyakan dasar penerapan rujukan tersebut.
“Saat ini Bontang masih menggunakan rujukan dari Kota Samarinda, sedangkan kondisi perkembangan ekonomi antara Bontang dan Samarinda berbeda,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Basri Rase menyebut survei terkait inflasi dilakukan oleh tim BPS dengan mengumpulkan data harga barang dan jasa yang mewakili konsumsi masyarakat dan menghitung rata-rata perubahan harga atau IHK.
“Data itu yang digunakan untuk menghitung tingkat inflasi, kemudian harga-harganya dibandingkan dengan periode sebelumnya,” sebutnya.
Sementara soal Kota Samarinda sebagai rujukan, ia menjelaskan tahun ini hanya ada 90 kota di seluruh Indonesia yang disurvei terkait inflasi.
“Di Kaltim ada dua kota, yaitu Kota Balikpapan dan Kota Samarinda,” sambungnya.
Oleh karena itu, Pemkot Bontang menggunakan rujukan nilai inflasi dari Kota Samarinda dengan mempertimbangkan jarak wilayah.
“Karena Samarinda yang terdekat dengan Kota Bontang, jadi dipakai sebagai rujukan,” tandasnya. (*)







