bontangpost.id – Kehilangan barang dagangan kerap dirasakan para pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).
Meski begitu, Kepala UPT Pasar Andi Parenrengi menyebut kehilangan barang dagangan bukan hanya terjadi di Pasar Tamrin, tetapi sering pula terjadi di pasar lain.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Bakhtiar Wakkang menyarankan untuk mengatur waktu kegiatan para pedagang di pasar.
“Misalnya pukul 23.00 sampai pukul 02.00 dini hari ditutup, disterilkan. Pukul 03.00 mulai dibuka lagi,” katanya.
Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui siapa saja yang masuk dan beraktivitas di dalam pasar pada jam-jam tertentu.
Menurutnya, manajemen pasar dapat membuat kesepakatan terlebih dahulu mengenai jam operasional, seperti waktu untuk bongkar barang hingga siapa saja yang boleh masuk.
“Jadi kalau ada kehilangan barang dapat dideteksi,” ujar politikus yang akrab disapa BW itu.
Adapun menurutnya, aspek pendukung keamanan harus dimaksimalkan, seperti sekuriti yang bertugas. Selain itu, fasilitas keamanan lain seperti perangkat CCTv maupun pagar yang mengelilingi pasar juga perlu diperhatikan.
“Jadi dua saran dari saya, jam operasional dan fasilitas keamanan,” pungkasnya.
Sementara sebelumnya, Korlap Pasar Tamrin Mustafa menjelaskan pengamanan oleh sekuriti sudah dilakukan dengan semestinya. Adapun pihaknya juga rutin melakukan patroli.
“Jika ada sesuatu yang mencurigakan, biasanya langsung kami tegur,” jelas dia. (*)







