bontangpost.id – Pemerintah Kota Bontang resmi mencantumkan aksi gerakan penimbangan balita menjadi salah satu kegiatan dalam momentum HUT Kota Bontang pada 12 Oktober.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan aksi penimbangan balita tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting sekaligus memvalidasi data prevalensi stunting.
Sebagaimana diketahui prevalensi stunting di Bontang saat ini ialah 21,8 persen. Hadirnya inovasi tersebut diharapkan mampu memenuhi target nasional, yakni 14 persen.
Skema aksi penimbangan balita serentak itu dengan cara mengukur berat badan dan tinggi balita se-Kota Bontang yang dilakukan selama satu hari di masing-masing posyandu. Bagi orangtua yang tidak bisa menjangkau posyandu maka akan ada layanan jemput bola.
“Iya, aksi itu serentak dilakukan oleh semua posyandu dalam momentum HUT Bontang. Prevalensi stunting di Bontang masih tinggi. Saya berharap aksi ini bisa membantu,” ujarnya singkat.
Suryani salah seorang warga Kelurahan Tanjung Laut Indah mengaku mendukung program pemerintah tersebut. Dengan harapan bisa memberikan solusi yang tepat untuk menangani balita stunting di Bontang.
“Bagus saja itu (aksi penimbangan balita). Jadi pemerintah tahu kalau ada yang butuh perhatian khusus langsung ditangani. Enggak nunggu lama,” akunya. (*)






