bontangpost.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bontang kembali terlihat. Salah satunya di SPBU Tanjung Laut, Jalan Jendral Soedirman.
Sejauh pantauan lokasi, antrean kendaraan roda empat terlihat sejak pagi hari pada lajur pengisian BBM jenis solar. Lalu antrean mulai menyusut saat malam hari.
Antrean tersebut didominasi oleh truk dan mobil. Panjang antrean pun hingga Kantor Pelayanan Pajak Prarama Bontang atau sekitar 300 meter dari SPBU.
Salah seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan antrean kendaraan terjadi akibat adanya kebijakan baru dari Pertamina pusat. Yang mana setiap pemilik kendaraan diminta untuk menggunakan aplikasi pada setiap pengisian.
Dari aplikasi tersebut, pengendara harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomor antrean. Jika tidak mendapat nomor antrean maka tidak bisa melakukan pengisian BBM jenis solar.
“Mereka yang mau mengisi solar di sini harus daftar dulu lewat aplikasi. Seperti antrean di rumah sakit gitu harus pakai nomor. Kalau sudah mendekati nomornya kami panggil mobilnya. Jadi langsung ngantre,” bebernya, Sabtu (7/10/2023).
Sementara itu, salah seorang pengendara truk Sunarno mengaku ribet dengan sistem yang diterapkan saat ini. Sebab, harus rebutan mendapat nomor antrean melalui aplikasi.
Tak hanya itu, selain harus menggunakan aplikasi, pengguna kendaraan BBM solar juga harus memiliki fuel card dan kartu barcode. Bila salah satunya tidak ada maka tidak bisa melakukan pengisian solar.
Kata Sunarno, mendapat nomor antrean saja tidak menjamin mendapat jatah solar. Sebab, acap kali usai mengantongi nomor antrean, ia beberapa kali tidak mendapat solar.
“Walaupun sudah daftar pagi-pagi sekali belum tentu dapat solar. Saya dua kali ngantre di kilo enam dan di sini enggak dapat solar. Padahal dapat nomor antrean. Kalau kaya gitu rugi waktu. Sudah ngantre enggak kerja pula,” urainya.
Kendati sistem yang ada saat ini dinilai ribet, ia mengaku pasrah dan mengikuti aturan yang ada.
“Mau bagaimana lagi. Namanya sudah diatur. Saya selalu mengisi solar maksimal. Walaupun paling banyak saya mendapat 80 liter saja. Padahal kapasitas tank saya 120 liter,” tutupnya. (*)







