bontangpost.id – Bontang pasca migas menjadi hal yang sangat diperhatikan.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang Adrofdita mengusulkan selain pariwisata, sektor pendidikan juga perlu dimaksimalkan.
“Terdapat amanat otonomi daerah sebagai kota mandiri, namun Bontang masih jauh karena lebih 85 persen dari struktur APBD saat ini dari porsi transfer,” katanya.
Ia menjelaskan, Bontang dengan beberapa perusahaan besarnya membuka peluang untuk memberikan kontribusi dalam sektor pendidikan.
Kerja sama dengan sejumlah perusahaan harus dijalin lebih intensif dengan memanfaatkan instalasi, tenaga ahli, hingga manajerial beberapa perusahaan tersebut.
Lebih lanjut, kolaborasi pemerintah dengan beberapa perusahaan besar itu dapat dilakukan, dengan mengembangkan pendirian pusat pendidikan vokasi juga menstimulasi perguruan tinggi.
“Dalam bidang industri hilir dan pengolahan gas bumi, serta mekanikal seperti operator alat berat, welder, hingga safety officer,” katanya.
Selain itu, perluasan cakupan magang untuk siswa jenjang SMA-SMK hingga perguruan tinggi pun diperlukan.
“Diperluas dan tidak terbatas pada capai nilai kelulusan. Termasuk untuk penyandang disabilitas,” lanjut dia.
Adapun output yang dihasilkan yakni menjadikan Bontang sebagai kiblat dan tempat menimba ilmu, rujukan untuk studi banding dari wilayah lain.
“Tentunya juga untuk menciptakan dan menyediakan tenaga kerja yang spesifik dan siap kerja,” ujar dia.
Sementara itu, usaha meningkatkan minat baca dan literasi juga perlu digalakkan.
Dalam hal ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan untuk membangun sarana perpustakaan berakreditasi A.
“Misalnya sebagai pilot project, dibangun tiga unit untuk SMP dan SMA, serta satu unit SMK dalam kurun waktu dua tahun,” tandasnya. (*)







