BONTANGPOST.ID, Sangatta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) membenarkan bahwa banjir yang menggenangi kawasan Rawa Indah, Kecamatan Bengalon berasal dari kolam pengendapan milik PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Terkait dengan sebarannya apakah mengakibatkan terjadinya banjir di Rawa Indah ini masih dalam kajian kami. Yang pasti ada air limpasan yang mengalir keluar melebihi debit dari izin” ujar Pelaksana Tugas Kepala DLH Kutim, Dewi, Senin (19/5).
Dewi menyebut, berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, sebaran air limpasan tersebut diperkirakan mencapai luas sekitar 500 hektare.
Terkait indikasi pencemaran akibat air limpasan tersebut, DLH Kutim masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan dan dampaknya terhadap lingkungan. “Nanti akan dirilis,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, General Manager External Sustainable Development KPC, Wawan Setiawan mengatakan bahwa memang terjadi gangguan teknis pada kolam pengendapannya akibat curah hujan yang tinggi.
“Secara teknis, memang terjadi limpasan akibat curah hujan yang sangat tinggi saat kejadian, yaitu mencapai 160 mm per detik. Itu luar biasa besar. Akibatnya, aliran air melimpas dan mengganggu struktur outlet kita,” jelas Wawan, Sabtu (10/5)
Wawan menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab jika ditemukan adanya kelalaian teknis yang berdampak sosial kepada masyarakat. Oleh karena itu, KPC mengaku telah menyiapkan respons sosial untuk membantu warga terdampak.
“KPC dalam hal ini pasti bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu yang secara teknis mengakibatkan dampak sosial ke masyarakat. Terkait nanti kerugian itu sedang kita identifikasi,” tambahnya. (kp)







