Proses Rehabilitasi Sungai yang Dicemari Solar KPC – sub SANGATTA – Bupati Kutim Ismunandar, menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pengawasan proses rehabilitasi Sungai yang tercemar akibat tumpahan solar PT KPC. Agar proses rehabilitasi berjalan sesuai ketentuan.
“Sudah saya instruksikan langsung ke DLH untuk menangani soal itu,” kata Ismunandar ditemui di Kantor Bupati, Jumat (2/6) kemarin.
Karena insiden tersebut merupakan kesalahan dari pihak perusahaan, maka diwajibkan untuk melakukan rehabilitasi total. Sehingga ekosistem di kawasan sungai yang sempat tercemar kembali normal.
“Harus bertanggung jawab. Namun sejauh pengamatan dan laporan yang saya terima, pihak perusahaan melakukan proses pembersihan,” ujarnya.
Sebelumnya, DLH Kutim telah menurunkan tim untuk meninjau insiden tumpahnya solar PT KPC. Tim tersebut juga menyisir sejumlah titik sungai untuk memastikan luasan pencemaran.
Dari hasil pemantauan sementara, pihak perusahaan dinilai berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab itu, DLH tidak akan merekomendasikan untuk pemberian sanksi.
Apalagi berdasarkan hasil pemantauan sementara, ditambah keterangan dari perusahaan, pencemaran hanya terjadi di kawasan perusahaan.
Kendati terjadi di kawasan perusahaan, PT KPC wajib merehabilitasi lingkungan yang tercemar. Bukan sekadar mengangkat tumpahan solar, tetapi juga memastikan habitat di sungai kembali normal.
Diwartakan sebelumnya, insiden kebocoran pipa solar PT KPC menyebabkan sungai di area perusahaan tersebut tercemar. Beruntung, pencemaran tak merembes ke aliran sungai Sangatta.
Superintendent Public Communication External Affairs KPC Yordan Ampung mengakui jika solar tersebut berasal dari perusahaan tersebut. Kendati demikian, sejauh ini belum diketahui penyebab insiden itu. Namun diduga diakibatkan kebocoran pipa.
Kendati terjadi rembesan solar, dia memastikan pencemaran hanya terjadi di areal sungai dan danau yang berstatus penaatan oleh PT KPC. Artinya, danau tersebut masih dalam pengawasan dan pengelolaan penuh perusahaan.
Yordan juga memastikan perusahaan akan melakukan rehabilitasi agar sungai kembali normal. Saat ini tim juga terus bekerja dan dilakukan pembersihan sesuai standar penanganan pencemaran limbah di sungai. (hd)





