• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kecelakaan Kerja di KPC Tewaskan Satu Pekerja, DPR RI Dorong Investigasi Terbuka

by Redaksi Bontang Post
14 Januari 2026, 11:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Insiden kecelakaan kerja yang menimpa dua karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) hingga menewaskan satu orang mendapat sorotan serius dari DPR RI.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menilai kecelakaan itu menunjukkan masih lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan, termasuk pada perusahaan besar sekelas KPC.

“Ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan sektor pertambangan belum mampu menjawab keselamatan para pekerja,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurut Syafruddin, kecelakaan fatal tersebut menjadi indikasi adanya kekurangan dalam manajemen keselamatan kerja, mulai dari sistem safety hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan.

“Perusahaan sekelas KPC yang sudah berskala internasional menjadi aneh dan rancu jika masih terjadi kecelakaan seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Mengaku Salah Telah Ucapkan Kata Kotor, Pengacara KPC Minta Maaf 

Atas dasar itu, ia mendorong agar dilakukan investigasi secara menyeluruh, terbuka, dan transparan terhadap operasional PT KPC, khususnya terkait insiden fatality tersebut. Hasil investigasi, kata dia, harus disampaikan kepada publik agar diketahui penyebab pasti kecelakaan, apakah akibat kelalaian pekerja, lemahnya SOP, atau kegagalan manajemen keselamatan kerja.

“Biar publik tahu apa yang menjadi temuan dari kecelakaan tersebut,” katanya.

Syafruddin juga meminta agar PT KPC menghentikan sementara aktivitas operasionalnya hingga proses investigasi selesai dilakukan. Ia menegaskan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Kalimantan Timur harus dilakukan secara bersama-sama agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, ia menekankan pemerintah memiliki kewenangan untuk mengevaluasi perusahaan, baik dari sisi perizinan maupun aspek lainnya.

Baca Juga:  WOW!!! Hemat 14 Juta Dollar dari Oli Bekas 

“Pemerintah tidak boleh ragu memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang lalai hingga jatuh korban jiwa. Ini nyawa manusia tidak bisa diukur dengan apa pun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja yang melibatkan dua pekerja PT KPC terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Dalam peristiwa tersebut, satu orang pekerja dilaporkan hilang dan baru ditemukan pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 07.30 Wita dalam kondisi meninggal dunia.

Dua pekerja itu masing-masing bernama Eko Hadi dan Abdullah. Korban meninggal dunia adalah Eko Hadi, sementara Abdullah berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa bermula saat Eko Hadi mengantar meal box dari area Widura Fuel Station menuju Arjuna Fuel Station. Kendaraan yang mereka tumpangi melintas melalui jalan tembus dari Inul Middle menuju IGS.

Baca Juga:  Minggu Ini, KPC Setrum Sangatta 

Saat melintas di lokasi tersebut, kendaraan terseret arus air hingga masuk ke kolam. Kedua korban sempat keluar dari mobil melalui jendela kiri dan berusaha berenang menuju tepi kolam. Namun hanya Abdullah yang berhasil selamat, sementara Eko Hadi diduga terbawa arus.

General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan penyebab kejadian masih akan ditelusuri lebih lanjut melalui investigasi oleh inspektur tambang.

“Biarkan tim investigasi mengkaji lebih dalam apa yang menjadi isu, masalah, dan penyebab terjadinya kejadian yang tidak kita harapkan ini,” ujarnya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kecelakaan KerjaKPC
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dalih Ajak Anak Makan, Motor Kakak Raib Dibawa Adik Sendiri

Next Post

Pendataan Pencari Kerja Bontang Belum Beres, Integrasi Data Belum Tuntas

Related Posts

DLH Kutim Duga Tanggul Kolam KPC Jebol, Aliran Air Keruh Picu Kenaikan Debit Sungai Sangatta
Kaltim

Dugaan Kolam KPC Bermasalah, DPRD Kutim Soroti Dampak dan Mitigasi

23 Februari 2026, 16:01
Aktivis Kutim Peringatkan Ancaman Krisis Ekologis, Desak Transparansi Dokumen Lingkungan PT KPC
Kaltim

Aktivis Kutim Peringatkan Ancaman Krisis Ekologis, Desak Transparansi Dokumen Lingkungan PT KPC

21 Februari 2026, 12:03
DLH Kutim Duga Tanggul Kolam KPC Jebol, Aliran Air Keruh Picu Kenaikan Debit Sungai Sangatta
Kaltim

DLH Kutim Duga Tanggul Kolam KPC Jebol, Aliran Air Keruh Picu Kenaikan Debit Sungai Sangatta

19 Februari 2026, 16:48
Kecelakaan Kerja di Tambang KPC, Mobil Masuk Kolam, Satu Karyawan Tewas
Kaltim

Kecelakaan Kerja di Tambang KPC, Mobil Masuk Kolam, Satu Karyawan Tewas

12 Januari 2026, 16:00
Gugatan Aktivis Kutim Dikabulkan, PTUN Wajibkan Negara Buka AMDAL KPC
Kaltim

Gugatan Aktivis Kutim Dikabulkan, PTUN Wajibkan Negara Buka AMDAL KPC

22 November 2025, 09:00
Warga Bukit Kayangan Kutim Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih, Tercekik Aktivitas Tambang
Lingkungan

Antara Rencana Tambang dan Hak Dasar, Warga Bukit Kayangan Kutim Menunggu Jawaban Pasti dari KPC

24 Mei 2025, 18:53

Terpopuler

  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ganti Rugi Longsor Mandek, Warga Kanaan Bontang Tagih Janji Pemilik Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.