• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Motif Ayah di Samarinda Aniaya Dua Anak hingga Meninggal Dunia Terungkap, Ini Pengakuan Tersangka

by BontangPost
29 Juli 2025, 19:57
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar membeberkan kasus penganiayaan ayah kandung terhadap dua anaknya hingga meninggal dunia. (Rama Sihotang/KP)

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar membeberkan kasus penganiayaan ayah kandung terhadap dua anaknya hingga meninggal dunia. (Rama Sihotang/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Tawa riuh dua kakak-beradik tak akan lagi ada di kediaman Mita Krisdayanti dan Wahyudi di Jalan Rimbawan I, Gang Bakri I, RT 33, Nomor 65, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang.

Dengan keji, Wahyudi menghabisi dua anaknya dengan cara mencekik. “Tangan kiri mencekik, sementara tangan kanannya membekap mulut agar tak diketahui tetangganya,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar dalam konferensi pers di Polsek Sungai Kunjang, Selasa (29/7).

Kejadian itu dilakukan pelaku Jumat (25/7) sore sekitar pukul 16.00 Wita. Sementara istrinya sudah meninggalkan rumah sejak pukul 12.00 Wita untuk bekerja.

“Selain itu kami juga terus bekerja dan menunggu hasil resmi dari forensik terkait autopsi meski visum luar sudah kita dapatkan, dan kami juga berkoordinasi dengan RSJD Atma Husada untuk memastikan kondisi kejiwaan dari pelaku,” tegas Hendri.

Baca Juga:  Media Didorong Suguhkan Informasi Ramah Anak

Dijelaskan Hendri, pelaku sejak Mei 2025 sudah tak lagi bekerja. semakin jarang berinteraksi dengan masyarakat dan tidak ada kegiatan di luar, dan kegiatannya sehari-hari hanya di rumah.

“Kami memastikan bahwa penyidikan kasus ini akan dijalankan dengan profesional dan segera dilakukan pemberkasan dan berkoordinasi dengan Kejari Samarinda untuk pengiriman berkas perkara kasus tersebut,” bebernya.

Disampaikan Hendri, pelaku pertama menghabisi nyawa anaknya yang berusia 2 tahun. Kemudian ditidurkan di tempat tidur di ruang tengah. Setelah menganiaya anak keduanya, Wahyudi melakukan hal yang sama ke anak pertamanya yang masih berusia 4 tahun. “Dengan cara yang sama,” tegas Hendri.

Untuk motif pelaku, lanjut Hendri, beberapa waktu terakhir yang bersangkutan sering cekcok dengan istrinya. Kemudian ada dari pengakuan pelaku dia merasa sakit hati dengan ucapan istrinya yang menyatakan minta cerai, dan menganggap pelaku sudah tidak bisa menafkahi keluarganya.

Baca Juga:  Kondisi Bayi Korban Kekerasan di Bontang Mulai Membaik

“Jadi memang pelaku kurang lebih beberapa bulan terakhir sudah tidak bekerja, dan berhenti dari salah satu perusahaan di Samarinda, di mana dia bekerja sebagai helper, tapi memang karena ada penyakit dia belum mendapat pekerjaan lagi,” jelasnya.

Hendri menegaskan, pelaku disangkakan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dan/atau Pasal 76C juncto Pasal 80 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

“Saat kejadian istrinya berangkat kerja sekitar pukul 12.00 Wita. Karena merasa sakit hati dengan si istri, akhirnya pelaku sudah memiliki niat menghilangkan nyawa dua anaknya. Jadi pola pikir pelaku karena sakit hati dengan istrinya dia mau menghabisi dua anaknya,” bebernya.

Baca Juga:  Ayah Tiri di Bontang Aniaya Anak Menggunakan Stik Golf

Niat awal Wahyudi, pukul 15.00 Wita, pelaku hendak menenggelamkan kedua anaknya di sungai belakang rumah. Namun, dia mempertimbangkan karena takut ketahuan tetangga. Akhirnya dia kembali berpikir dan mencari cara menghabisi nyawa anaknya, lalu muncul rencana dengan mencekik, dan setelah itu dia ingin bunuh diri.

“Tapi ternyata dia batal bunuh diri, dan hanya berdiam diri di dapur. Kemudian datang nenek tersangka untuk melihat cicitnya. Tapi turut dapat penganiayaan tapi tak sampai dihabisi juga,” jelasnya.

Kejadian itu diketahui setelah si nenek berhasil kabur dari rumah tersebut, dan meminta pertolongan tetangganya. Hingga polisi datang, tersangka masih berada di rumahnya.

Kepada awak media, Wahyudi mengaku menyesal dengan perbuatan anaknya. Namun, dia menampik merencanakan pembunuhan. “Hari itu saja sepintas langsung,” singkatnya. (kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kdrtkekerasan anak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sinergi Industri Nasional, Pupuk Kaltim Berbagi Pengalaman Operasi Pabrik Amonia ke PT Kilang Pertamina Internasional

Next Post

Andi Faiz Dorong Optimalisasi Peran DPRD Lewat Rakernis Adeksi 2025

Related Posts

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak
Kaltim

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak

5 Desember 2025, 15:17
Suami di Samarinda Ngamuk Usai Pergoki Istri Tanpa Busana Bersama Pria Lain
Kriminal

Suami di Samarinda Ngamuk Usai Pergoki Istri Tanpa Busana Bersama Pria Lain

30 November 2025, 16:50
Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang
Kriminal

Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

23 November 2025, 19:47
Motif Pembakaran Istri dan Anak di Sangatta Akhirnya Terungkap
Kriminal

Motif Pembakaran Istri dan Anak di Sangatta Akhirnya Terungkap

17 November 2025, 17:57
Suami di Sangatta Bakar Istri, Anak Ikut Jadi Korban
Kriminal

Suami di Sangatta Bakar Istri, Anak Ikut Jadi Korban

7 November 2025, 17:21
Ibu Kandung Dilaporkan Anak ke Polisi karena Dimarahi saat Main HP
Nasional

Ibu Kandung Dilaporkan Anak ke Polisi karena Dimarahi saat Main HP

2 November 2025, 20:02

Terpopuler

  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.