BONTANGPOST.ID, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang belum bisa memastikan langkah pemeriksaan kesehatan bagi warga yang diduga terpapar asap insinerator.
Kepala Bagian Humas RSUD, Syariful Rahman, mengatakan kebijakan tersebut harus lebih dulu dibahas bersama pihak manajemen.
“Kalau itu harus dibicarakan dulu dengan manajemen,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, peneliti NUGAL Institut, Merah Johansyah, mendesak Pemkot Bontang agar tidak hanya menghentikan sementara operasional insinerator limbah medis RSUD, tetapi juga memastikan warga sekitar diperiksa kesehatannya.
Menurut Merah, selama insinerator beroperasi tanpa izin, masyarakat sempat terpapar asap pembakaran limbah B3. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan gangguan pernapasan.
“Bahaya ini belum terdeteksi, sehingga perlu pengecekan menyeluruh sebagai langkah mitigasi,” tegasnya. (*)



