• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Program MBG di Kaltim Dinilai Belum Tepat Sasaran, Disdikbud Minta Skala Prioritas

by BontangPost
25 Januari 2026, 15:44
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pemberian MBG untuk anak sekolah di Bontang pada 25 September 2025. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

Pemberian MBG untuk anak sekolah di Bontang pada 25 September 2025. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Program makan bergizi gratis (MBG) dinilai belum berjalan optimal di Kaltim.

Belum adanya pemetaan skala prioritas dalam penyaluran MBG kepada penerima manfaat diduga jadi salah satu penyebab. Sehingga belum menyasar kelompok yang paling memerlukan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin membeberkan kondisi MBG di provinsi ini setelah berkunjung ke beberapa sekolah.

Secara konsep, menurutnya, MBG adalah program yang baik dalam memperkuat tumbuh kembang anak.

Namun, pihaknya menilai dalam menentukan sekolah yang menerima manfaat, perlu disertai dengan strategi skala prioritas berbasis kondisi ekonomi siswa.

“MBG ini sangat bagus untuk tumbuh kembangnya anak. Tapi evaluasi kami, perlu dipetakan dulu sebelum menentukan sekolah sebagai penerima manfaat. Sebab, yang paling membutuhkan MBG ini sebenarnya anak-anak dari keluarga tidak mampu, dan mestinya ini yang harus diprioritaskan,” ucapnya, Sabtu (24/1).

Baca Juga:  Usai Dicopot, Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN Diperiksa Kejagung

Fakta di lapangan, lanjut Armin, masih ada sekolah yang belum menerima program MBG. Meski rata-rata siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.

“Misalnya di SMK Pelayaran Samarinda, anak-anak di sana sangat memerlukan MBG. Karena rata-rata mereka tidak dari ekonomi menengah ke atas, hingga sekarang belum masuk MBG di sana,” jelasnya.

Meski tidak merincikan jumlah siswa di sekolah tersebut, Armin memperkirakan lebih dari 300 siswa memerlukan program MBG.

Kondisi itu, lanjut dia, menjadi ironi ketika dibandingkan dengan sekolah lain yang sudah menerima program, tapi mayoritas siswanya berlatarbelakang keluarga mampu.

Ditanya soal jumlah sekolah yang menerima program MBG di Kaltim, Armin mengaku belum bisa menyampaikan lantaran minimnya koordinasi antara penyelenggara program dengan Disdikbud Kaltim.

Baca Juga:  Korban Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Tembus 5 Ribu, Ini Daerah Tertinggi

Hingga kini, kata dia, dinasnya belum memperoleh laporan resmi terkait sekolah yang sudah menerima MBG maupun yang belum dari penyelenggara.

“Sebenarnya kami nanti mau bersurat untuk mendata sekolah mana saja yang sudah menerima manfaat dan yang belum. Karena selama ini kami tidak dapat laporan, karena secara organisasi kami tidak masuk tim pengelola,” imbuhnya.

Lalu, apakah skema skala prioritas bisa dijalankan sedari awal agar bisa tepat sasaran? Armin memastikan bisa.

Pihaknya menilai keterlibatan Disdikbud Kaltim dalam struktur penyelenggara yang ditetapkan lewat surat keputusan (SK) akan memengaruhi proses pemetaan dan evaluasi bisa dijalankan secara baik.

Lebih lanjut, dengan tidak adanya keterlibatan lebih dari Disdikbud, Armin menilai, potensi ketidaktepatan sasaran dalam pelaksanaan MBG bisa terjadi.

Sejauh ini, dalam pengamatannya, sejumlah sekolah dengan siswa yang realtif tidak membutuhkan bantuan justru lebih dulu menerima program.

Baca Juga:  Empat Menu MBG Vidatra Masih Diuji, Hasil Labkesda Bontang Ditarget Keluar Akhir Pekan

“Dilihat saat ini, banyak sekolah yang anak-anaknya tidak terlalu memerlukan tapi sudah dapat program MBG. Padahal di Samarinda sendiri masih ada sekolah yang sangat perlu, tali belum menerima,” katanya.

Armin menegaskan pihaknya mendukung penuh program MBG. Namun, dengan keterbatasan cakupan saat ini, dia mendorong pemerintah untuk menerapkan pendekatan bertahap berbasis prioritas.

Sebab, lanjut dia, pendekatan berbasis wilayah dan kondisi ekonomi perlu menjadi dasar dalam menentukan penerima manfaat. Misalnya dengan memprioritaskan kawasan dengan tingkat kerentanan ekonomi lebih tinggi.

“Kalau memang tujuannya untuk semua sekolah, itu sangat bagus. Tapi karena belum semua, sebaiknya dipetakan dulu mana yang skala prioritas. Berikan dulu kepada yang benar-benar membutuhkan,” terangnya. (rd)

Tags: MBGMBG Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

BPK Temukan Lemahnya Pengawasan Tambang di Kaltim, Pemprov Desak Pusat Kembalikan Kewenangan

Next Post

Asrama Bontang di Samarinda Disatroni Maling, Ponsel Mahasiswa Hilang Saat Tertidur

Related Posts

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara
Bontang

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara

24 Oktober 2026, 16:56
Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang
Bontang

Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang

13 Oktober 2026, 09:31
Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi
Bontang

Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi

24 September 2026, 11:55
Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa
Bontang

Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa

23 September 2026, 08:15
Tahun Depan, Guru dan Relawan Posyandu Terima Program Makan Bergizi Gratis
Kaltim

Heboh Sekolah Libur tapi MBG Tetap Dibagikan, Ternyata Ini Faktanya di 10 Kabupaten/Kota Kaltim

18 September 2026, 09:00
Bontang

Imbas Kabut Asap, Sekolah di Bontang Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Begini Pengaruhnya ke MBG

17 September 2026, 14:54

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.