BONTANGPOST.ID, Bontang – Hujan deras yang mengguyur Bontang sejak Jumat malam menyebabkan banjir di empat kelurahan, Sabtu (14/02/2026). Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bontang mencatat sebanyak 5.819 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, merinci wilayah terdampak meliputi Kelurahan Guntung, Api-Api, Kanaan, dan Gunung Telihan.
Di Kelurahan Guntung, genangan air terpantau di Jalan Tari Enggang RT 4, 6, 11, dan 14 dengan ketinggian mencapai sekitar 80 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Api-Api, banjir merendam sejumlah titik, di antaranya Jalan Pattimura setinggi 5 sentimeter, Jalan Ahmad Yani sekitar 30 sentimeter, serta Jalan Catur RT 07 Perumahan Bontang Permai yang mencapai 80 sentimeter.
“Belum terjadi penurunan debit air dan tim masih bersiaga di beberapa lokasi untuk melakukan evakuasi jika diperlukan,” ujar Ismail.
Di Api-Api, total 19 RT terdampak dengan jumlah sementara 3.271 jiwa. Wilayah terparah berada di RT 29 dengan 650 jiwa terdampak, disusul Perumahan Bontang Permai sebanyak 600 jiwa. Dua dapur umum pun didirikan di RT 08 dan RT 37.
Kelurahan Guntung mencatat 1.790 jiwa terdampak di sembilan RT. Lurah Guntung, Denny Febrian, menyebut banjir kali ini menjadi yang terparah dalam dua tahun terakhir dengan ketinggian air di atas 50 sentimeter.
Banjir juga melanda Kelurahan Kanaan dan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, dengan total 758 jiwa terdampak. Di Kanaan, 438 jiwa dari tiga RT terdampak, sementara di Gunung Telihan sebanyak 320 jiwa dari RT 19, 20, dan 21.
Pemerintah kelurahan bersama BPBD terus melakukan monitoring dan penyaluran bantuan. Banjir diduga dipicu limpasan air dari hulu Sungai Bontang yang meningkat setelah hujan deras semalaman. (*)







