BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mengalami kendala anggaran pada 2026. Dampaknya, sejumlah pelatihan berbasis pemberdayaan masyarakat terpaksa tertunda.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan sebelumnya program ini aktif menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari barista, kerajinan tangan, hingga promosi digital dan fotografi.
“Namun tahun ini belum bisa dilanjutkan karena keterbatasan anggaran,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPK Bontang, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha, dengan sasaran pengangguran, korban PHK, hingga warga yang ingin memulai usaha mandiri.
Meski demikian, DPK mengakui perannya masih terbatas dalam menjalankan program secara berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berencana mengandalkan kolaborasi dengan perusahaan di Kota Bontang agar program pelatihan dapat kembali berjalan.
“Harapannya, perpustakaan tetap bisa menjadi ruang belajar sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan perusahaan,” tutupnya. (*)







