BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat transformasi layanan melalui program Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Persia) yang mulai dijalankan sejak 2025.
Kepala Bidang Perpustakaan Indra Nopika Wijaya, mengatakan program ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan akses literasi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan lansia.
“Selama ini, penyandang disabilitas dan lansia masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses fasilitas perpustakaan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Sebagai bentuk dukungan, DPK mulai membenahi infrastruktur dasar. Jalur kursi roda (ramp) disediakan untuk memudahkan mobilitas, serta area parkir khusus bagi pengunjung disabilitas dan lansia.
Fasilitas pendukung lainnya juga dilengkapi, seperti kursi roda, tongkat bantu, hingga komputer dengan fitur pembesaran layar dan audio bagi pengunjung dengan keterbatasan penglihatan.
Dari sisi koleksi, DPK Bontang telah menyiapkan lebih dari 1.000 buku khusus, termasuk buku Braille untuk tunanetra. Seluruh koleksi tersebut ditempatkan di ruang khusus agar mudah diakses.
“Semua koleksi kami siapkan di ruang khusus agar lebih mudah dijangkau,” jelas Indra.
Untuk memperkuat layanan, DPK juga menggandeng sejumlah mitra, di antaranya DP3AKB, Bappeda, DPD PPNI, SLB, Kementerian Sosial RI, serta komunitas literasi dan sekolah.
“Kolaborasi menjadi kunci agar program ini bisa berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Meski demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan. Beberapa kegiatan bahkan terpaksa ditiadakan pada 2026.
“Kami tetap berkomitmen menjadikan layanan ini sebagai prioritas dalam pengembangan perpustakaan daerah,” pungkasnya. (*)







