BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana pembangunan sirkuit balap permanen di kawasan Bontang Lestari dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Bontang mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga program tersebut harus ditunda.
Padahal, Pemkot sebelumnya telah mewacanakan pemanfaatan lahan eks terbang layang di Bontang Lestari sebagai arena balap resmi. Fasilitas itu diharapkan dapat menjadi wadah bagi pecinta otomotif sekaligus menekan maraknya aksi balap liar di jalanan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk membiayai pembangunan sirkuit. Pemerintah masih memprioritaskan anggaran pada program yang dinilai lebih mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Tahun ini belum bisa karena tidak ada anggarannya,” ujar Neni, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, fokus pemerintah saat ini masih tertuju pada penanganan banjir, percepatan penurunan stunting, serta pengentasan kemiskinan. Karena itu, pembangunan fasilitas olahraga otomotif harus menunggu kondisi fiskal daerah yang lebih stabil.
Penundaan pembangunan sirkuit kembali menjadi sorotan setelah maraknya aktivitas balap liar di Kota Bontang. Belum lama ini, Satlantas Polres Bontang mengamankan 69 sepeda motor yang terlibat balapan ilegal di kawasan Bontang Lestari.
Keberadaan sirkuit permanen dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menyalurkan minat dan bakat para pecinta balap secara aman, terukur, dan sesuai aturan.
“Kita tunggu stabil dulu anggarannya. Saat ini masih terbatas,” katanya.
Sebelumnya, pembangunan sirkuit merupakan salah satu program yang sempat diwacanakan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Agus Haris. Bahkan, peninjauan lokasi di kawasan eks terbang layang Bontang Lestari telah dilakukan pada April 2025.
Saat itu, Neni menyebut pembangunan sirkuit ditargetkan dapat direalisasikan paling cepat pada 2026 atau 2027 setelah proses perencanaan dan kajian teknis rampung. (*)







