BONTANGPOST.ID, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus hilangnya sejumlah siku penyangga pada jembatan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Menurut Neni, hilangnya komponen penyangga jembatan tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi membahayakan keselamatan warga yang melintas. Ia menegaskan pelaku harus ditemukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harus diusut supaya tidak menjadi kebiasaan. Baut besi dan kayu saja diambil, apalagi ini. Karena mentalnya suka mengambil,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Neni menyayangkan fasilitas publik yang dibangun pemerintah untuk kepentingan masyarakat justru dirusak atau diambil oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Jembatan kayu ulin tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dibangun untuk menunjang aktivitas warga di kawasan pesisir Tanjung Laut Indah.
Ia berharap penyelidikan segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya siku penyangga di sepanjang jembatan tersebut.
Selain itu, Neni mengapresiasi langkah cepat Kelurahan Tanjung Laut Indah yang melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
“Saya salut lurahnya melaporkan. Memang ini harus dilakukan agar tidak ada pembiaran,” katanya.
Sebelumnya, Kelurahan Tanjung Laut Indah resmi melaporkan dugaan pencurian sejumlah siku penyangga jembatan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11 ke Polsek Bontang Selatan.
Laporan dibuat setelah pihak kelurahan memeriksa dokumen pembangunan jembatan yang merupakan proyek Pemprov Kaltim dan rampung pada akhir 2024.
Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro mengatakan, berdasarkan spesifikasi pekerjaan, seluruh siku penyangga telah terpasang sesuai perencanaan saat proyek selesai dan diserahterimakan.
“Pekerjaan ini juga sudah diperiksa BPK dan diserahkan ke Pemkot Bontang. Berarti siku-siku ini hilang diambil, makanya kami laporkan ke Polsek Bontang Selatan,” ujarnya, Senin (1/6/2026). (*)







