BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang terus menggalakkan budaya literasi sejak usia dini melalui program Jelajah Literasi Anak. Program ini dihadirkan sebagai alternatif kegiatan positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget atau gawai.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan program tersebut menyasar anak-anak usia PAUD dan taman kanak-kanak (TK) yang dinilai masih berada pada fase penting pembentukan kebiasaan belajar dan membaca.
“Ya, memang kita perjuangkan itu anak-anak usia dini yang belum terlalu jauh kecanduan HP. Makanya ada Jelajah Literasi Anak. Tujuannya memberikan kegiatan yang positif pada anak-anak,” ujarnya.
Setiap pekan, perpustakaan menjadi ruang belajar sekaligus bermain bagi anak-anak melalui berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas.
Selain membaca buku cerita, peserta juga diajak mengikuti kegiatan menggambar dan mewarnai yang bertujuan melatih konsentrasi, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan kemampuan sosial anak.
Tak hanya itu, DPK juga menghadirkan pemutaran film edukatif yang mengandung nilai moral dan pembelajaran sebagai bagian dari rangkaian kegiatan literasi.
“Program ini juga kami lengkapi dengan pemutaran film edukatif yang mengandung pesan moral dan pembelajaran,” kata Indra.
DPK turut melibatkan orang tua dalam program tersebut. Melalui kegiatan pendampingan, orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengatur penggunaan gawai pada anak agar tidak berdampak terhadap tumbuh kembang mereka.
Melalui program Jelajah Literasi Anak, DPK Bontang berharap dapat menciptakan generasi muda yang gemar membaca, kreatif, serta memiliki kemampuan sosial yang baik di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Kita berharap program ini dapat membantu menciptakan generasi muda yang gemar membaca, kreatif, dan memiliki perkembangan sosial yang baik,” pungkasnya. (*)







