• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Lahan Pertanian di Kutim Sisa 870 Hektar, Akibat Alih Komoditi ke Sawit

by BontangPost
18 Juni 2017, 12:26
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Foto Jamil/ Kabid TPH(Dhedy/Sangatta Post)

Foto Jamil/ Kabid TPH(Dhedy/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGTTA- Lahan pertanian kian terkikis. Dari total luas sawah baku sebesar 7.988 hektar, kini menjadi 870,1 hektar. Semua beralih fungsi dari padi menjadi tanaman sawit.

“Delapan tahun terakhir ini mengalami penurunan lahan pertanian. Tetapi kami masih memiliki lahan potensial sebesar 18.889,95 hektar. Mudahan saja ini bisa dicetak untuk sawah baru,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim Marjoni  didampingi Kepala Bidang Tanam Pangan dan Holtikultura, Jamil.

Meskipun begitu dirinya tidak mempermasalahkan hal itu. Pasalnya, sawit juga merupakan tanaman pertanian secara umum. Sehingga ia membantah jika lahan pertanian beralih fungsi menjadi  perkebunan.

“Yang beralih fungsi itu kalau lahan sawah menjadi pemukiman, jadi lapangan bola, dan bukan untuk tanaman. Kalau sawit ini kan tanaman pertanian juga. Jadi tepatnya beralih komoditi saja bukan alih fungsi,” kata Ramli.

Baca Juga:  Persiapan MTQ Sudah 65 Persen

Memang keputusan berada ditangan masyarakat itu sendiri. Mau menanam komoditi pertanian atau perkebunan. Hanya saja akan salah berfikir jika sawit lebih mensejahterakan ketimbang tanaman pertanian. Bahkan malah sebaliknya tanaman pertanian lebih menguntungkan.

“Keliru jika sawit lebih tinggi (menguntungkan). Padahal padi, sayur dan tanaman pertanian lainnya itu yang jauh lebih tinggi nilai ekonominya. Coba kita tanam dengan luas yang sama. Satu hektar sawit dan satu hektar padi atau sayur. Pasti lebih untung sayur atau padi. Sawit 5 tahun baru menghasilkan. Waktu 5 tahun, padi atau sayur sudah berapa kali panen. Hasilnya sudah melimpah. Nah gini cara membandingkannya,” paparnya.

Untuk itu dirinya berharap masyarakat bisa bijak dalam menentukan pilihan. Antara tanaman perkebunan atau pertanian.

Baca Juga:  Waspada Kanker Serviks

“Jika mau mencari untung lagi, gunakan cara semuanya. Baik perkebunan, pertanian dan perikanan. Atau fokus perikanan saja jauh lebih untung. Kita hanya punya lahan ukuran kecil saja untuk kolam, bisa dapat untung puluhan juga,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dampaklahan pertanianperkebunan kelapa sawitSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dampak Negatif Sawit Dikeluhkan

Next Post

DONOR DARAH SAAT PUASA

Related Posts

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH
Kaltim

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH

20 November 2025, 20:34
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.