• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dampak Negatif Sawit Dikeluhkan

by BontangPost
18 Juni 2017, 12:25
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Kasianto/Kabid Produksi Disbun. (DHEDY/SANGATTA POST)

Kasianto/Kabid Produksi Disbun. (DHEDY/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA-  Perkebunan kelapa sawit seringkali menimbulkan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Salah satu ancaman yang paling besar ialah eksistensi hutan di Indonesia, khususnya Kutim yang berpotensi mengalami kerusakan. Hal ini diungkapkan Azis, salah seorang petani  asal Desa Singa Gewe Kecamatan Sangsel.

Menurut Azis, perkebunan kelapa sawit menciptakan dampak negatif yang sangat luar biasa.  Dirinya menjabarkan, sedikitnya terdapat tujuh masalah yang ditimbulkan oleh sawit.

Pertama, pada umumnya, budidaya kelapa sawit dilakukan dengan sistem monokultur. Hal ini dapat memicu hilangnya keragaman hayati dan kerentanan alam seperti kualitas lahan menurun, terjadinya erosi, serta merebaknya hama dan penyakit tanaman.

Kedua, kebanyakan kegiatan pembukaan lahan kelapa sawit dilakukan dengan metode tebang habis (land clearing) agar menghemat biaya dan waktu. Akibatnya makhluk hidup yang tinggal di dalamnya pun menjadi terganggu. Ketiga, kelapa sawit membutuhkan air dalam jumlah sangat banyak mencapai 12 liter/pohon.

Baca Juga:  Asik Nyabu,  SS Ditangkap Polisi 

Kemudian yang keempat, proses pertumbuhan tanaman ini juga acapkali dirangsang memakai pestisida, zat fertilizer, dan bahan kimia lainnya.

Kelima, kebun sawit pun dapat mengakibatkan kemunculan hama baru. Penyebab utamanya ialah karena penerapan sistem lahan monokulturasi.

Keenam, aktivitas pembukaan kebun yang dikerjakan dengan membakar hutan menimbulkan polusi udara yang parah. Bahkan asap pencemaran ini bisa terbawa angin sampai ke negeri tetangga.

Ketujuh menimbulkan konflik, baik yang bersifat horisontal maupun vertikal. Misalnya konflik antar pekerja daerah dengan para pendatang, atau konflik antara pemilik kebun dengan perusahaan dan atau pemerintah setempat.

“Yang paling nyata dilihat ialah terjadinya pencemaran terhadap sungai. Perkebunan sawit juga menimbulnya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Hal ini dikarenakan struktur tanah mengalami perubahan sehingga kondisinya menjadi labil,” papar sarjana pertania tersebut.

Baca Juga:  SOP Wajib Disesuaikan Nomenklatur SKPD 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Alfian didampingi Kepala Bidang Produksi, Kasianto cukup menafikan tudingan tersebut. Pasalnya tidak semua yang dituduhkan memiliki dasar yang tepat. Realitas dilapangan masyarakat berbondong-bondong menanam sawit. Jika hal ini merugikan maka niscaya akan ditinggalkan.

“Contoh kasus dulu seperti jarak. Banyak masyarakat yang tanam. Tetapi karena tidak menguntungkan, maka langsung ditinggalkan. Tetapi sawit, enggak ada hentinya. Itu berarti sawit diterima dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Kasianto.

Tidak hanya dimasyarakat Kutim saja, keberadaan sawit diakui dunia. Siapapun menerima sawit. Itu karena sawit memberikan perubahan besar bagi perekonomian masyarakat.

“Adapun tudingan lahan pertanian semakin sempit, itu benar.  Itu semua karena lajunya perkebunan kelapa sawit. Warga menentukan pilihan untuk beralih ke sawit. Kami tidak bisa memaksakan hal itu. Bahkan di Malaysia perkebunan coklat diganti ke sawit,” katanya.

Baca Juga:  Perizinan Dikuasai  DPMPTSP, Masih Tumpang Tindih 

Jika diteliti lebih mendalam, sawit memiliki keunggulan yang sangat luar biasa.
Pertama, meningkatkan pembangunan di daerah. Paling mencolok adalah dibangunnya akses jalan dari perkebunan ke pusat kota yang juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Kemudian, pendapatan per kapita daerah semakin naik. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya kebutuhan tenaga yang diperlukan oleh suatu perkebunan kelapa sawit, dan untuk menjaga kesehatan serta kesejahteraan para pekerja, seringkali pihak perkebunan juga mendirikan pusat layanan kesehatan dan pendidikan terpadu. Walaupun kualitasnya masih di bawah standar, setidaknya fasilitas tersebut cukup berguna bagi warga sekitar.

“Memang ada dampak negatifnya, tetapi tidak bijak jika dikesampingkan dampak positifnya,” ungkap Alfian. (dy)

Tags: Dampakperkebunan kelapa sawitSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

RSUD Kudungga Usulkan Hemodialisa ke Pusat

Next Post

Lahan Pertanian di Kutim Sisa 870 Hektar, Akibat Alih Komoditi ke Sawit

Related Posts

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH
Kaltim

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH

20 November 2025, 20:34
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.