BONTANG – Maraknya kasus pelecehan seksual pada anak terutama usia sekolah dasar memang sangat memprihatinkan. Teranyar, kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru terhadap siswa sekolah dasar. Hal ini pun mendapat perhatian khusus dari anggota Komisi I DPRD Yandri Dasa.
Menurutnya, kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi seperti fenomena gunung es yang kelihatan sedikit padahal sudah banyak terjadi bahkan sudah mengancam keselamatan anak.
“Kasihan anak-anak kalau masa kecil sudah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, akan menjadi trauma dan merusak masa depannya, hal ini tidak boleh dibiarkan, sebab di Bontang sudah tergolong banyak,” kata dia, Minggu (18/6).
Politisi Hanura ini mengimbau, kepada aparat penegak hukum dapat berbuat adil dengan melakukan penindakan tegas kepada pelaku kejahatan terhadap anak.
“Pelaku harus mendapatkan hukuman yang mempunyai efek jera dan juga hukuman yang dapat memecah secara kompherensif permasalahan tersebut,” jelasnya.
Peran pemerintah khususnya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) harus diperbanyak dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat, sebab menurutnya banyak juga yang belum mengetahui adanya P2TP2A.
“Dinas P2TP2A jangan kalah dengan LSM yang begitu perhatian dengan kekerasan terhadap kekerasan seksual terhadal anak. Saya salut buat LSM yang begitu perhatian terhadap anak-anak khususnya yang ada di Bontang,” jelas dia.
Menurutnya, kekerasan seksual terhadp anak akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, dapat mreyebabkan trauma, membahayakan jiwa anak, merusak hubungan pribadi, mengganggu rasa kenyamanan ketertiban masyarakat.
“Banyak pihak yang belum menyadari hal ini maka peran pemerintah harus turun langsung ke masyarakat,” tegasnya lagi.
Ia juga meminta agar para orang tua mengawasi anak mereka, semisal selalu memeriksa isi tas anak sepulang sekolah dan dengan siapa anak ini berada. “Sebab predator seksual terhadap anak ini bisa ada di sekeliling, seperti beberapa kejadian di Bontang, kan hanya tetangga, bahkan guru pelakunya, jadi harus tetap waspada,” jelasnya.
Untuk itu, politisi yang selama ini konsen memperjuangkan kasus kekerasan terhadap ibu dan anak ini juga meminta, agar perlunya anak dibekali pengetahuan seks sejak dini. Ini perlu dilakukan untuk bekal anak agar tidak tabu lagi, bahkan memahami pentingnya menjaga diri.
“Bukan hanya itu, kalau perlu setiap anak harus kita bekali kemampuan ilmu beladiri, jadi kalaui ada yang macam sama mereka setidaknya mereka bisa melakukan perlawanan,” tandasnya. (*/nug)







