• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kaltim Kehilangan 102 Ribu Hektare Mangrove, Tambak Jadi Penyebab Terbesar

by Redaksi Bontang Post
3 Agustus 2026, 10:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Kondisi mangrove di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kukar. (FOTO AINUR/KP)

Kondisi mangrove di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kukar. (FOTO AINUR/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Pemerintah terus mendorong percepatan rehabilitasi kawasan mangrove melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Program tersebut difokuskan pada pemulihan ribuan hektare hutan mangrove yang mengalami degradasi di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur.

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3438 Tahun 2025, luas ekosistem mangrove di Kalimantan Timur saat ini mencapai 240.929 hektare. Kawasan tersebut tersebar di Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU), Paser, serta Kota Balikpapan dan Bontang.

Di antara daerah tersebut, Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luasan mangrove terbesar sekaligus memiliki kawasan rehabilitasi paling luas di Kaltim. Kondisi itu menjadikan Kukar sebagai salah satu fokus utama pelaksanaan program pemulihan ekosistem pesisir.

Baca Juga:  Soal Video Viral di Mangrove, Pemkot Sebut Bakal Tingkatkan Pengawasan

Meski masih memiliki kawasan mangrove yang cukup luas, Kaltim tercatat mengalami kehilangan tutupan mangrove dalam jumlah besar selama tiga dekade terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau, Indi Hendraswari, mengungkapkan selama periode 1994 hingga 2024, Kalimantan Timur kehilangan sekitar 102.040 hektare hutan mangrove atau setara 36,6 persen dari total tutupan yang pernah dimiliki.

Menurutnya, pembukaan lahan untuk tambak menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

“Selama 1994–2024 Kaltim kehilangan sekitar 102.040 hektare atau 36,6 persen hutan mangrove. Jika semak bekas tambak diperhitungkan, kontribusi tambak terhadap hilangnya mangrove mencapai 91 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 51 persen kerusakan mangrove terjadi akibat perubahan fungsi lahan menjadi tambak aktif. Sementara 40 persen lainnya berubah menjadi kawasan semak mangrove yang berasal dari tambak terbengkalai atau tidak lagi dimanfaatkan.

Baca Juga:  Gawat, 500 Hektar Lahan Mangrove di Kaltim Rusak

“Faktor lain yang turut berkontribusi terhadap hilangnya mangrove berasal dari pengembangan perkebunan kelapa sawit sebesar 2,2 persen, sedangkan 6,8 persen sisanya dipengaruhi berbagai bentuk pemanfaatan lahan lainnya,” jelas Indi.

Ia menilai banyaknya tambak yang ditinggalkan menunjukkan praktik budidaya pesisir pada masa lalu belum menerapkan prinsip keberlanjutan. Kondisi tersebut meninggalkan dampak ekologis yang cukup besar terhadap kawasan pesisir.

Sebagai upaya pemulihan, sejak 2024 pemerintah menjalankan Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dengan dukungan pendanaan dari World Bank. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir agar rehabilitasi ekosistem dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Program ini dirancang tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman mangrove, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat pesisir agar rehabilitasi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya. (KP)

Baca Juga:  Presiden Minta Percepatan Rehabilitasi 6.600 Hektare Kawasan Mangrove di Kaltim
Tags: mangrovemangrove kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polder Tanjung Laut Bontang Belum Rampung Tahun Ini, Pemkot Perkirakan Butuh Tambahan Rp10 Miliar

Next Post

Pajak Air Tanah Bontang Tembus Rp9,4 Miliar dalam Enam Bulan

Related Posts

Satpol PP Kutim Siap Tertibkan Kafe Tak Berizin di Teluk Lingga
Kaltim

Satpol PP Kutim Siap Tertibkan Kafe Tak Berizin di Teluk Lingga

25 Juli 2025, 18:54
Pembangunan Kafe Diduga Milik Pejabat Kutim Tak Berizin dan Membabat Mangrove di Teluk Lingga
Kaltim

Pembangunan Kafe Diduga Milik Pejabat Kutim Tak Berizin dan Membabat Mangrove di Teluk Lingga

19 Juli 2025, 09:46
Kejadian Lagi, Sejoli Bermesraan di Taman Mangrove Bontang Viral di Media Sosial
Bontang

Kejadian Lagi, Sejoli Bermesraan di Taman Mangrove Bontang Viral di Media Sosial

4 September 2023, 15:08
Ada Modus Perusahaan, Rusak Dulu, Izin Operasional Kemudian
Kaltim

Ada Modus Perusahaan, Rusak Dulu, Izin Operasional Kemudian

3 Agustus 2022, 09:30
Viral Video Sepasang Kekasih Diduga Bercumbu di Taman Mangrove, Warganet Heboh
Bontang

Soal Video Viral di Mangrove, Pemkot Sebut Bakal Tingkatkan Pengawasan

11 Mei 2022, 15:45
Viral Video Sepasang Kekasih Diduga Bercumbu di Taman Mangrove, Warganet Heboh
Bontang

Viral Video Sepasang Kekasih Diduga Bercumbu di Taman Mangrove, Warganet Heboh

9 Mei 2022, 19:12

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.