bontangpost.id – Video yang memperlihatkan sepasang kekasih diduga tengah bercumbu viral di media sosial. Keduanya terekam kamera salah seorang pengunjung, tengah berbuat tidak senonoh di tempat umum, tepatnya di salah satu lokasi wisata mangrove, Minggu (3/9/2023) sore.
Video berdurasi dua menit itu menggambarkan seorang laki-laki dan perempuan saling bermesraan di atas menara. Mereka melakukan hal tak terpuji dengan nampak berani.
Zaki, salah seorang pengunjung menyebut tindakan tersebut direkam langsung oleh temannya.
“Bukan dari CCTv, tapi teman saya yang rekam kemarin siang waktu kami ke sana,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (4/9/2023).
Sementara, Hamid salah seorang warga yang sering berkunjung ke lokasi tersebut mengungkapkan, ia kerap menemukan pasangan yang bermesraan.
“Tiga kali saya ke sana (mangrove), tiga kali saya temukan, tapi sebatas memangku kepala. Bahkan kemarin saya menemukan dua pasangan yang seperti itu,” katanya.
Ia menuturkan, semestinya petugas memberikan pengawasan lebih ketat, seperti memasang kamera CCTv di beberapa titik. Mengingat peruntukan mangrove juga sebagai tempat edukasi.
“Kelihatan kok mana yang memang mau berkunjung, karena kebanyakan yang pacaran itu masih anak sekolah,” ujar dia.
Saat dikonfirmasi, Staf Bidang Pengendali Ekosistem Hutan TNK Bontang Zahrotun Nisa membantah jika kejadian itu berada di wilayah Bontang Mangrove Park Saleba.
“Kejadian itu bukan di Kawasan TNK. Saya sudah koreksi juga ke akun media sosial yang membagikan informasi tersebut,” terangnya.
Jika dilihat dari bentuk menaranya, kata dia, lokasi yang ada di dalam video bukan di Saleba, Bontang Utara.
“Di atas itu (menara) juga biasanya banyak monyet. Jadi pengunjung jarang naik ke atas,” ucapnya.
Adapun diakuinya, pihaknya sering melakukan patroli sebagai upaya pengawasan. Meski begitu, patroli akan dilakukan lebih ketat dengan menyasar area yang sepi pengunjung.
“Sebagai masukan juga untuk kami, supaya pengawasan dapat dilakukan lebih baik lagi,” tandasnya.
Sementara Lurah Berbas Pantai Supriadi tak menampik juga tak mengiyakan, perbuatan remaja tersebut dilakukan di Mangrove Berbas Pantai. Dia menyebut baru akan mengecek. Namun jika benar, hal itu sangat disayangkan, apalagi hal serupa juga pernah terjadi pada tahun lalu.
“Memang agak mirip menaranya, tapi kami tidak pasang CCTv, kalaupun itu direkam oleh pengunjung rasanya juga bagaimana ya, karena tinggi dan sempit di atas itu. Tapi kalau memang itu di Berbas Pantai sangat disayangkan, kecolongan lagi,” ujarnya.
Dia pun bakal berkoordinasi dengan Dispopar, untuk memaksimalkan penjagaan di Mangrove yang dikelola oleh Pemkot Bontang itu. Menurutnya, ada 4 petugas yang bersiaga di sana, namun sistem kerjanya bergantian atau berdasarkan sif.
“Di sana itu juga banyak pintu masuk, jadi mereka bisa masuk dari pintu-pintu lain, itu jadi pembelajaran untuk meningkatkan pengawasan,” tutupnya. (*)







