• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Gunung Telihan Bontang Catat Kasus DBD Tertinggi, Warga Diminta Tak Lengah

by Redaksi Bontang Post
11 September 2026, 10:03
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Pengasapan area dilakukan jika terjadi penyebaran kasus DBD di lokasi yang berdekatan. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

Pengasapan area dilakukan jika terjadi penyebaran kasus DBD di lokasi yang berdekatan. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kelurahan Gunung Telihan menjadi wilayah dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) terbanyak di Kota Bontang selama Agustus 2026. Tercatat enam kasus ditemukan di wilayah tersebut dari total 15 kasus DBD yang dilaporkan sepanjang bulan lalu.

Kondisi itu mendorong Kelurahan Gunung Telihan memperkuat upaya pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengaktifkan gotong royong di tingkat RT, hingga berkoordinasi dengan puskesmas untuk penanganan melalui fogging.

Lurah Gunung Telihan Meti Tandi mengatakan, kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan potensi penyebaran DBD. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan setiap RT agar aktif menjaga kebersihan wilayah masing-masing.

“Kita sarankan tiap RT menjaga kebersihan lingkungannya. Gotong royong juga terus dilakukan,” kata Meti usai menghadiri rapat paripurna tanggapan kepala daerah atas pandangan umum fraksi DPRD terkait nota keuangan Perubahan APBD 2026, Selasa (8/9/2026) di Pendopo Rujab Wali Kota.

Menurutnya, kerja bakti di lingkungan RT sebenarnya telah berjalan rutin. Jadwalnya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Ada RT yang melaksanakan gotong royong sebulan sekali, sementara sebagian lainnya setiap dua pekan.

Baca Juga:  Dua Bulan, 22 Kasus DBD

Kelurahan juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging ketika kasus DBD ditemukan. Pencegahan melalui kebersihan lingkungan rumah dan permukiman tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Meti menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk penanganan lokasi yang ditemukan kasus DBD. Fogging dilakukan apabila ditemukan sedikitnya tiga kasus di suatu kawasan.

“Kalau sudah kasus tiga, baru kita melaksanakan fogging. Itu juga sudah kita laksanakan,” ucapnya.

Salah satu pelaksanaan fogging dilakukan di sekitar SD Kreatif. Meti menyebut terdapat kasus yang berkaitan dengan warga RT 19 Gunung Telihan.

Namun, hasil penelusuran bersama puskesmas menunjukkan tidak semua kasus yang ditemukan dapat langsung dikaitkan dengan penularan di lingkungan setempat. Petugas juga menggali informasi dari keluarga penderita, termasuk riwayat perjalanan.

Meti mengatakan, salah satu penderita diketahui baru melakukan perjalanan ke luar wilayah Bontang sebelum mengalami sakit.

“Yang sekarang ada di RT 3 Telihan juga ternyata setelah kita tanyakan, dia habis liburan dari Palaran. Kita sempat kunjungan bersama puskesmas dan mendapat arahan dari orang tua bahwa anaknya habis liburan,” tutur dia.

Baca Juga:  Waspada DBD, Ini Cara Praktis Membuat Perangkap Nyamuk, Hasilnya Efektif!

Selain menggerakkan RT, Kelurahan Gunung Telihan mendorong keluarga meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan rumah, terutama yang memiliki anak usia sekolah. Imbauan tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang melalui Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (Gesit).

Meti berharap Gesit tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diterapkan sebagai kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Sudah kita imbau dari awal karena kita mendukung program Wali Kota Bontang, yaitu Gesit. Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku dan itu harus dilakukan di tiap warga,” terangnya.

Gunung Telihan Catat Kasus Terbanyak

Penanggung Jawab DBD Dinas Kesehatan Bontang Siti Rahimah mengatakan, selama Agustus 2026 tercatat 15 kasus positif DBD yang tersebar di delapan kelurahan.

Kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Gunung Telihan dengan enam kasus. Kemudian Satimpo dan Tanjung Laut Indah masing-masing mencatat dua kasus.

Sementara itu, Tanjung Laut terdapat satu kasus dengue dengan warning sign dan satu kasus positif DBD. Satu kasus lainnya masing-masing ditemukan di Api-Api, Belimbing, Berebas Tengah, dan Bontang Baru.

Berdasarkan kelompok usia, penderita DBD terbanyak berada pada rentang 5–14 tahun dengan enam kasus. Kemudian lima kasus ditemukan pada kelompok usia 1–4 tahun, dua kasus pada usia 15–44 tahun, serta dua kasus pada usia di atas 44 tahun.

Baca Juga:  WASPADA!!! Sudah 7 Kasus DBD Diawal Tahun

Secara kumulatif, jumlah kasus DBD di Bontang sejak awal 2026 mencapai 139 kasus dengan satu kasus berujung kematian.

Jumlah kasus pada Agustus 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 19 kasus. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

Warga diimbau memperhatikan tempat-tempat yang berpotensi menjadi penampungan air dan lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Tempat penampungan air perlu ditutup, bak mandi dapat diberi bubuk abate sesuai anjuran, serta berbagai wadah seperti vas bunga, tatakan dispenser, dan drum rutin dibersihkan.

Fogging juga bukan menjadi satu-satunya cara untuk mencegah DBD. Pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik masih dapat berkembang biak.

Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M, yakni menguras, menutup, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, tetap penting dilakukan secara rutin. (ak)

Tags: dbd
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jargas Baru Sudah Menyala, Warga Bontang Bingung Soal Tagihan

Next Post

Bukan Cuma Karhutla, Warga Mulai Menjerit Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Related Posts

DBD di Bontang Bertambah 28 Kasus dalam Sepekan, Dua Kelurahan Jadi Perhatian
Bontang

DBD di Bontang Bertambah 28 Kasus dalam Sepekan, Dua Kelurahan Jadi Perhatian

27 Oktober 2026, 13:18
DBD Masih Mengintai di Bontang, Lima Kelurahan Catat Kasus Terbanyak
Bontang

DBD Masih Mengintai di Bontang, Lima Kelurahan Catat Kasus Terbanyak

6 Oktober 2026, 09:42
Gunung Telihan Catat Kasus DBD Terbanyak di Bontang, Warga Diminta Waspada
Bontang

Gunung Telihan Catat Kasus DBD Terbanyak di Bontang, Warga Diminta Waspada

2 September 2026, 09:00
Dinkes Bontang Luncurkan Peta Digital DBD, Warga Kini Bisa Pantau Sebaran Kasus Per RT
Bontang

DBD Bontang Naik-Turun, Angka Tertinggi Pernah Capai 588 Kasus

15 Agustus 2026, 10:00
Didiagnosis DBD, Anak 6 Tahun di Bontang Meninggal akibat Komplikasi Penyakit Penyerta
Bontang

Didiagnosis DBD, Anak 6 Tahun di Bontang Meninggal akibat Komplikasi Penyakit Penyerta

14 Agustus 2026, 12:33
Waspada, Bulan Ini 52 Warga Bontang Terjangkit DBD
Bontang

131 Kasus DBD di Bontang hingga Agustus, Tanjung Laut Indah Paling Banyak

14 Agustus 2026, 10:00

Terpopuler

  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Bontang Pecat Aipda IM, Positif Sabu hingga Terjerat Banyak Utang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.