BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana pembangunan industri pengalengan ikan di Bontang belum menunjukkan perkembangan lanjutan. Salah satu persoalan yang masih menjadi pertimbangan investasi ialah ketersediaan bahan baku yang harus mampu dipasok secara berkelanjutan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno. Ia meminta pemerintah daerah memperjelas status rencana investasi yang sebelumnya sempat dibicarakan tersebut.
Menurutnya, DPRD perlu mengetahui apakah rencana industri pengalengan ikan masih menjadi bagian dari agenda investasi Bontang atau sudah tidak dilanjutkan.
“Rencana pengalengan ikan ini juga perlu ada kejelasan. Kalau masih berjalan, tentu perlu diketahui sudah sampai tahap mana. Kalau tidak dilanjutkan, apa yang menjadi kendalanya,” kata Suharno saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Penjelasan terkait kondisi investasi tersebut disampaikan Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Bontang, Karel.
Ia mengatakan pembahasan mengenai industri pengalengan ikan belum kembali berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah pasokan bahan baku.
“Kontinuitas pasokan menjadi salah satu pertimbangan utama investor untuk melihat kelayakan investasi pengolahan ikan di Bontang,” jelas Karel.
Menurutnya, industri pengolahan membutuhkan kepastian ketersediaan bahan baku dalam jumlah dan waktu yang memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan sebelum investor melanjutkan rencana investasinya.
Suharno menilai pemerintah daerah perlu memberikan gambaran yang jelas mengenai berbagai rencana investasi yang pernah ditawarkan kepada investor.
Hal tersebut dinilai penting agar peluang investasi yang masih terbuka dapat dipetakan, sekaligus mengetahui hambatan yang membuat sejumlah rencana belum terealisasi.
“DPRD tentu ingin mengetahui perkembangan investasi yang pernah diwacanakan. Dari situ bisa terlihat apa yang masih bisa didorong dan apa saja yang menjadi kendala,” tandasnya.







