BONTANGPOST.ID, Bontang – Kondisi konektivitas transportasi menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi Kota Bontang untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investasi.
Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang Nursalam mengatakan, pemerintah daerah perlu memasukkan penguatan akses transportasi dalam prioritas pembangunan. Infrastruktur tersebut berkaitan dengan kelancaran mobilitas orang maupun distribusi barang.
Ia menyebut persoalan konektivitas tidak hanya berada pada transportasi darat. Akses udara juga memiliki peran penting, terutama untuk menunjang mobilitas pelaku usaha yang membutuhkan perjalanan cepat.
“Banyak kendala, salah satunya adalah sisi darat, bukan hanya sisi darat, sisi udara juga sangat menentukan. Sementara sisi laut itu hanya sekian persen,” katanya.
Menurut Nursalam, pelaku usaha akan memperhitungkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi penanaman modal. Efisiensi logistik, kemudahan memperoleh bahan baku, hingga distribusi hasil produksi menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.
Karena itu, ia menilai konektivitas transportasi perlu dipandang sebagai bagian dari strategi investasi, bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur umum.
“Kalau dilihat di lapangan, mereka datang sendiri. Bukan karena kita yang menggaet,” kata Nursalam.
Ia menjelaskan, salah satu contoh investasi di Bontang mempertimbangkan lokasi daerah yang relatif dekat dengan sumber bahan baku di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.
Kedekatan tersebut memberikan keuntungan dari sisi operasional perusahaan. Namun, menurut Nursalam, potensi tersebut perlu didukung jaringan transportasi yang memadai agar aktivitas distribusi dan mobilitas bisnis dapat berjalan lebih efisien.
Masalah konektivitas itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat kerja Komisi B DPRD Bontang bersama pemerintah daerah terkait Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal.
Nursalam berharap regulasi investasi yang tengah dibahas tidak hanya mengatur kemudahan bagi investor. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem pendukung, termasuk memperkuat akses transportasi darat, udara, dan laut sesuai kebutuhan kegiatan usaha.
Dengan konektivitas yang semakin baik, ia menilai Bontang memiliki lebih banyak modal pendukung untuk bersaing dalam menarik investasi dan mengembangkan kegiatan ekonomi daerah.







