BONTANGPOST.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi perhatian Otorita IKN setelah ditemukan bibit kelapa sawit dalam polybag dan pohon pisang di beberapa area yang terbakar.
Temuan tersebut tengah ditelusuri untuk mengetahui kemungkinan adanya aktivitas pihak tertentu yang berkaitan dengan kebakaran. Otorita IKN juga telah melaporkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum.
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri menyebut, pihaknya menduga kebakaran tersebut melibatkan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Itu ulah pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami terus selidiki dan laporkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya kepada Kaltim Post, Minggu (18/10/2026).
Di tengah penyelidikan tersebut, Otorita IKN memastikan kebakaran tidak mengganggu aktivitas pemerintahan dan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Meski kabut asap sempat menyelimuti kawasan, kegiatan perkantoran, pendidikan, proyek pembangunan, hingga kunjungan masyarakat tetap berjalan.
Myrna menjelaskan, titik kebakaran berada cukup jauh dari kompleks bangunan utama sehingga api tidak menjalar ke fasilitas pemerintahan.
“Kalau di KIPP tidak ada dampak. Kunjungan masih tetap banyak, aktivitas sehari-hari perkantoran, sekolah, dan proyek masih tetap berlanjut,” ujarnya.
Adapun kabut asap yang sempat terlihat di KIPP disebut berasal dari Kalimantan Tengah. Penjelasan itu mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai arah pergerakan angin.
Untuk memantau kondisi udara, Otorita IKN mengoperasikan sensor kualitas udara. Data pengukuran digunakan sebagai dasar untuk menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat.
Myrna mengatakan, ketika sensor menunjukkan angka di atas 100, pihaknya mengingatkan warga untuk mengenakan masker. Imbauan pembaruan kualitas udara juga disampaikan tiga kali sehari.
“Jadi setiap kali sensor itu menunjukkan angka di atas 100, kami sudah memberikan reminder untuk mengenakan masker. Sehari kami tiga kali memberikan reminder kepada warga KIPP untuk menyampaikan update mengenai kualitas udara, meskipun secara real time bisa diketahui di aplikasi IKNOW,” jelasnya.
Pengunjung juga dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IKNOW.
Terkait penanganan karhutla, Otorita IKN meningkatkan patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat. Pengunjung diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok yang masih menyala karena berpotensi memicu kebakaran.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan dukungan helikopter menggunakan metode water bombing. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.
Myrna menambahkan, intensitas karhutla di kawasan IKN secara keseluruhan mulai berkurang signifikan setelah penertiban aktivitas perambahan hutan di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.
Meski demikian, penelusuran dugaan pembakaran tetap dilanjutkan bersama aparat penegak hukum. Otorita IKN menegaskan akan mendukung proses hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
“Begitu ada ditemukan, maka tidak ada lain kecuali proses penegakan hukum,” katanya.
Myrna kembali menegaskan bahwa kebakaran tidak menjangkau kompleks bangunan utama di KIPP. Ia menjelaskan, meskipun sejumlah titik api berada dalam kawasan KIPP yang luasnya sekitar 6.000 hektare, lokasinya berada jauh dari kompleks bangunan utama.
“Tidak merambat. Arealnya jauh meskipun masuk ke dalam KIPP. KIPP itu kan 6.000 hektare, ini area yang di luarnya,” pungkasnya. (KP)







