DAMPAK karhutla ialah terjadinya kabut asap. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan. Namun, Kepala Bandara LNG Badak Herman Turkie mengatakan, jarak pandang di Bontang selama empat hari masih aman. “Hari ini (kemarin, Red.), jarak pandang berkisar 8 hingga 9 kilometer. Jadi masih aman,” kata Herman.
Ketebalan kabut paling parah terjadi Sabtu (14/9/2019). Meski demikian, ia menuturkan jarak pandang saat itu berkisar 7 kilometer. Sehari berselang kondisi justru cerah. Visibility mencapai angka 12 ribu meter. Sementara dua hari belakangan ini jarak pandang berkisar di angka 8-9 ribu meter.
Baca juga: Kabut Asap Imbas Karhutla, Kualitas Udara Bontang Diukur
Herman menuturkan kondisi ini membuat alur penerbangan lancar. Hingga kini tidak ada pesawat yang tertunda jadwalnya. Baik keberangkatan maupun kedatangan. “Di atas bagus. Kabut ini menyusahkan saat mau landing. Karena pilot terganggu dengan jarak pandang,” ucapnya.
Pengukuran dilakukan rutin setiap pesawat hendak terbang maupun mendarat pada menara bandara. Dia memaparkan jika terjadi gagal mendarat, ia belum menyiapkan skema pengalihan pendaratan. Akan tetapi bandara Palu dan Tarakan dapat menjadi pilihan. Sesuai dengan lokasi pengisian bahan bakarnya.
Baca juga: September Terparah, 9 Titik Api Terdeteksi
Bandara LNG Badak sendiri melayani rute penerbangan Bontang-Balikpapan. Dengan maskapai penerbangan Pelita Air. Pesawat yang beroperasi bertipe ATR 42-500. Kapasitas penumpang yang ditampung berkisar 42-50 orang.
Jadwal penerbangannya untuk Senin dan Sabtu terjadi dua kali keberangkatan dan dua kedatangan. Sementara selain hari tersebut hanya terdapat satu kali keberangkatan dan kedatangan. (*/ak/kp)







