BONTANGPOST.ID, Bontang – Tim Gabungan Siaga akan perketat pengawasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tim gabungan ini terdiri dari Polres Bontang, TNI, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, dan Magala Agni Kota Bontang.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, mengatakan meski intesitas hujan masih sangat tinggi di wilayah Bontang, ia menekankan tetap waspada terhadap karhutla. Lantaran seringnya terjadi pembukaan lahan baru untuk berkebun dengan cara dibakar.
“Kami siapkan 300 personil gabungan untuk bersiaga dan mengawasi aktivitas ini,” ucapnya.
Diwawancarai terpisah, Kepala BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Eko Mashudi, menjabarkan selama Januari hingga Agustus 2025 terdapat dua kejadian karhutla di Bontang.
Yakni, di Bontang Lestari pada Maret lalu dengan luasan yang terbakar setengah hektar, lalu di depan Hotel Grand Mutiara, Belimbing, dengan luas lahan terbakar kurang lebih 580 meter persegi.
“Kami sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat yang hendak berkebun, dan melarang untuk membakar sampah,” ungkapnya.
Ia menambahkan pada tahun ini kasus karhutla menurun tajam dibanding pada 2024. Tercatat tahun lalu ada sekitar 40 kasus karhutla.
Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Bontang Lestari. Di daerah itu, tercatat ada sekitar 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Selain faktor cuaca kemarau, faktor kesengajaan oleh oknum. Kami menghimbau masyarakat tidak membakar lahan karena sangat membahayakan,” ujarnya. (Dwi Kurniawan Nugroho)







