BONTANG – Belum genap triwulan I 2020, sebanyak 22 kali kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Bontang. Total lahan yang terbakar pun cukup besar dengan jumlah 23,197 hektare (Ha). Bantuan alat dari Manggala Agni dipercaya dapat atasi karhutla yang terjadi.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, bulan pembuka, terdapat empat kali kebakaran lahan yang menghanguskan 1,855 hektare. Becermin dari dua tahun sebelumnya, Bontang memang kerap dilanda karhutla. (selengkapnya lihat grafis).

Kepala BPBD Bontang Ahmad Yani melalui Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Irwan Febriyana menyatakan, cuaca ekstrem yang memicu terjadinya kebakaran lahan. Saat ditanya, argumentasinya masih membenarkan panasnya terik di musim tuarang mengakibatkan suhu udara semakin tinggi.
“Apalagi menciprat di padang rumput mati. Akan cepat menjalar,” katanya pada Kaltim Post (induk Bontangpost.id) beberapa hari lalu.
Bukan hanya faktor cuaca saja. Dia menyebutkan, kebakaran lahan juga disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Serta alasan lain yang logis yakni pembukaan lahan dengan cara pembakaran.
“Satu orang sudah ditangkap,” sebutnya.
Namun, dia tak berani menjabarkan terlalu lebar. Pasalnya, Irwan mengakui itu bukan tupoksinya. Terkait penyelidikan pihak kepolisianlah yang bertanggung jawab.
Sementara itu, titik-titik yang menjadi potensi yaitu Kelurahan Bontang Lestari, Kelurahan Guntung, Kelurahan Kanaan, dan Kelurahan Belimbing.
Dia kembali menjelaskan kendala yang dihadapi petugas dalam memadamkan kebakaran lahan. Yaitu, lokasi yang tidak terjangkau selang air. Lainnya, angin dan lahan gambut juga menjadi aral mematikan api. Sebab, bara yang terbang membuat api timbul di lokasi lain. Beruntung, banyak pihak yang tidak tutup mata, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), perusahaan, dan masyarakat,
“Bahkan kepolisian membantu memadamkan,” tuturnya.
Pemasangan spanduk dan sosialisasi dengan mengumpulkan warga pun sudah menjadi hal usang. Saat ini, pihaknya lebih memilih patroli dan langsung mengingatkan di tempat. Langkah ini di kata lebih mujarab dibanding melakukan kongres bersama.
Sedihnya, BPBD Bontang hanya memiliki satu unit truk tangki bermuatan 5 ribu liter yang digunakan untuk menangani musibah karhutla. Namun saat ini, Manggala Agni telah meminjam satu unit jeep fire dan lima pompa punggung.
“Mobil jeep yang dipinjamkan dapat menembus medan yang tidak terjangkau oleh truk kami,” katanya. (*/eza/kpg)







