• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Orang Tua Harus Jeli, Ini Cara Menentukan Game Yang Tepat Buat Anak

by M Zulfikar Akbar
9 Maret 2020, 13:00
in Ragam
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi: Anak-anak bermain video game tanpa pengawasan orang tua. (FamilyEducation)

Ilustrasi: Anak-anak bermain video game tanpa pengawasan orang tua. (FamilyEducation)

Share on FacebookShare on Twitter

Sangat normal bagi anak-anak untuk bermain game, baik pada jenis komputer dan seluler. Namun orang tua harus jeli, hal tersebut mengingat tidak semua permainan atau game adalah sama.

Untuk itu, tulisan di sebuah kotak permainan dan deskripsi online mengenai batasan usia bukanlah sebuah informasi tanpa tujuan. Agar orang tua tahu, Kaspersky membeberkan tentang bagaimana penentuan klasifikasi ini, apa saja alasan di baliknya, dan seberapa ketat batasan tersebut dalam praktiknya.

Siapakah yang Menetapkan Batasan Usia Untuk Game Video?

Terdapat sekitar dua lusin sistem peringkat usia game video yang ada di seluruh dunia. Sebagian besar negara Eropa, misalnya, mematuhi standar Pan European Game Information (PEGI), dan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, penetapan batasan dilakukan oleh Entertainment Software Rating Board (ESRB). Jerman, Rusia, Australia, dan beberapa negara lain juga menggunakan berbagai sistem klasifikasi seperti RARS untuk Rusia.

Lainnya, Jepang memiliki dua lembaga yang berwenang: Computer Entertainment Rating Organization (CERO) dan Ethi’cs Organization of Computer Software (EOCS). Untuk App Store pada Apple, mereka menggunakan sistemnya sendiri.

Sementara itu, Google Play mendukung berbagai standar regional, tetapi di sebagian besar negara menggunakan sistem International Age Rating Coalition (IARC).

Dengan kata lain, terdapat banyak peringkat game video yang berbeda, dan klasifikasi mana yang tepat untuk dijadikan pedoman sepertinya bukan terdengar hal yang mudah. Kaspersky akan kembali membahasnya, namun pertama mari kita cari tahu kategori umur apa dan bagaimana menafsirkannya.

Baca Juga:  Ini Saat dan Cara yang Tepat untuk Mencuci Seprei

Bagaimana menafsirkan batasan usia?

Sebagian besar sistem menunjukkan usia minimum yang disarankan menggunakan nomor yang sesuai. Tetapi tidak semua angka-angka ini dapat dipahami secara harfiah. Misalnya, peringkat Rusia 0+ kira-kira sama dengan PEGI 3 (cocok untuk segala umur). Sementara itu, sistem seperti ESRB menggunakan deskripsi alih-alih angka E atau Semua Orang atau Everyone, T, Remaja atau Teenager, dan sebagainya, tetapi setiap deskripsi sesuai dengan kelompok umur tertentu.

Dengan kata lain, tujuan dari klasifikasi ini adalah untuk memberi tahu pembeli bahwa game tersebut mungkin mengandung bahasa dewasa, adegan kekerasan, dan konten yang mungkin tidak diinginkan lainnya.

Untuk membantu orang tua memutuskan, selain batasan usia itu sendiri, banyak sistem menentukan mengapa game mendapatkannya. Misalnya, ESRB menggunakan deskripsi verbal dari elemen yang dapat menyebabkan pelanggaran. Di Eropa, Korea Selatan, dan Jepang, di sisi lain, piktogram digunakan.

Di beberapa daerah, peringkat bersifat ‘memerlukan bimbingan (advisory)’ pada wilayah lain, mereka bersifat jauh lebih ketat. Di banyak negara, misalnya, adalah sebuah pelanggaran hukum untuk menjual game 18+ kepada anak di bawah umur.

Adapun mengapa batasan umur bervariasi berdasarkan sistem peringkat hal tersebut lantaran setiap negara berbeda memiliki definisi berbeda tentang apa yang termasuk konten tidak pantas. Sebagai contoh, game multipemain DayZ dilanda beberapa pembatasan ritel besar di Australia tahun lalu.

Alasannya adalah bahwa pemain bisa mendapatkan bonus untuk penggunaan narkoba. Untuk dapat menembus toko-toko di Australia, para pengembang merilis versi modifikasi permainan.

Baca Juga:  Bolehkah Makan Sebelum Berolahraga? Ini Jawaban Para Ahli

Ambil contoh lain game The Sims. Game The Sims 4 adalah contoh permainan yang diberikan klasifikasi usia yang berlawanan secara diametral pada berbagai negara dari yang paling biasa (6+) hingga yang paling ketat (18+).

Sementara sebagian besar sistem penilaian sepakat bahwa itu cocok untuk klasifikasi remaja. Di Rusia, game tersebut diperuntukkan bagi orang dewasa karena permainan memungkinkan pemain untuk menciptakan pasangan sesama jenis dan bertengkar dengan kerabat. Sedangkan Jerman, misalnya, mengambil pandangan yang sama sekali berbeda, regulator Jerman menganggap The Sims, tanpa adanya kekerasan yang realistis, adalah cocok untuk orang yang lebih muda.

Situasi juga begitu beragam pada permainan anak-anak. Sebagai contoh, Pokemon Sword dan Pokemon Shield adalah cocok untuk anak-anak dari segala usia menurut ESRB, meskipun mengandung kekerasan kartun. Tetapi di Eropa dan Rusia, itu dianggap sepenuhnya tidak pantas untuk mata si kecil, PEGI menempatkan nya di peringkat usia 7 dan RARS di peringkat usia 6+.

Bagaimana memilih game yang tepat untuk anak?

Seperti yang sudah dibeberkan di atas, berbagai lembaga penentu batasan usia masih jauh dari suara bulat ketika berbicara mengenai klasifikasi game video. Namun bukan berarti Anda harus menolak sebuah judul game hanya karena anak Anda berusia lebih muda dari yang ditunjukkan pada kotak deskripsi aplikasi.

Baca Juga:  Yang Suka Travelling, Ini Tips Mudah Tidur di Pesawat

Akan lebih baik jika itu terbentuk dari opini Anda berdasarkan beberapa pertimbangan. Tidak hanya memperhatikan batasan usia, tetapi juga apa alasan sebuah game tersebut dirilis.

Jika Anda tinggal di negara yang tidak menyediakan konten dan informasi game dalam kotak deskripsi, carilah secara online. Mengetahui tentang jenis permainannya akan membantu Anda untuk memutuskan.

Bandingkan peringkat di negara Anda dengan negara lain untuk gambaran yang lebih komprehensif. Ingatlah bahwa, misalnya, kata-kata umpatan mungkin hilang dalam terjemahan, sehingga memungkinkan permainan tersebut memiliki batasan usia lebih tinggi di Negara-negara di mana pengucapan aslinya diucapkan dalam permainan.

Tontonlah trailer game di YouTube atau pada situs web pengembang permainan. Baca atau menonton beberapa ulasan online, Anda dapat menemukan blogger dan vloggers permainan video di jejaring sosial apa pun. Itu biasanya cukup untuk mendapatkan gambaran yang layak tentang seperti apa permainan tersebut.

Setelah pembelian, cobalah untuk memainkannya bersama sang buah hati. Cari tahu bagaimana cara permainan tersebut berjalan, dan bicarakan grafik, alur, serta dialog di dalamnya. Selalu dampingi buah hati ketika mereka bermain online. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan gagasan yang jauh lebih baik tentang apakah itu pilihan yang tepat untuk anak Anda, sekaligus mendapatkan waktu berkualitas bersama .

Dan, agar buah hati tidak menghabiskan terlalu banyak waktu bermain gim, gunakan alat kontrol orangtua untuk menetapkan batas waktu misalnya dengan aplikasi Kaspersky Safe Kids. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: anakgameorang tuatips
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Perdagangan Kosmetik Ilegal Terungkap, Dipasarkan Secara Online

Next Post

Belum Genap Triwulan I, Sudah 22 Kasus Karhutla di Kota Taman

Related Posts

Cewek Sering Bilang Terserah, Ternyata Ini Maknanya
Ragam

Cewek Sering Bilang Terserah, Ternyata Ini Maknanya

31 Oktober 2020, 16:46
5 Khasiat Bunga Kamboja, Bisa Redakan Nyeri Persalinan
Ragam

5 Khasiat Bunga Kamboja, Bisa Redakan Nyeri Persalinan

31 Oktober 2020, 12:55
5 Langkah Cegah Klaster Penularan Covid-19 di Kantor
Ragam

5 Langkah Cegah Klaster Penularan Covid-19 di Kantor

10 Agustus 2020, 15:30
Menengok Panti Jompo Al-Magfirah: Delapan Tahun Berdiri, Rawat Orang Tua Terlantar
Bontang

Menengok Panti Jompo Al-Magfirah: Delapan Tahun Berdiri, Rawat Orang Tua Terlantar

15 Juni 2020, 18:00
Jurus Bunda Agar Anak Tak Bosan di Rumah Lewat Konten Edukasi
Ragam

Jurus Bunda Agar Anak Tak Bosan di Rumah Lewat Konten Edukasi

5 April 2020, 11:00
8 Cara Sederhana Bagi Orang Tua Agar Buah Hati Gemar Membaca
Ragam

8 Cara Sederhana Bagi Orang Tua Agar Buah Hati Gemar Membaca

28 Januari 2020, 12:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.