BONTANGPOST.ID, Bontang – Sejumlah lampu trotoar di Kota Bontang belum berfungsi optimal. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Bontang karena minimnya penerangan dapat mengurangi kenyamanan pejalan kaki dan mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, penanganan lampu trotoar di sejumlah titik kini dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang agar pengelolaannya lebih terintegrasi.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di depan Ramayana. Bowo menjelaskan, lampu trotoar di kawasan tersebut sebelumnya menjadi tanggung jawab pihak Ramayana. Namun, karena pihak pengelola tidak lagi sanggup menangani penerangannya, Pemkot berupaya menghubungkan fasilitas tersebut dengan sistem penerangan milik Dishub.
“Termasuk yang di depan Ramayana, sebenarnya lampu trotoarnya itu tanggung jawab Ramayana. Tapi Ramayana sudah angkat tangan. Makanya kami minta dikoneksikan dengan Dinas Perhubungan,” kata Bowo, Selasa (20/10/2026).
Selain di depan Ramayana, perbaikan juga dilakukan pada lampu trotoar di depan kantor Telkom. Menurut Bowo, perangkat lampu di lokasi tersebut sudah diganti. Namun, pemasangan dan penyambungan listrik masih perlu diselesaikan agar lampu dapat berfungsi.
“Kalau yang di depan Telkom, lampunya sudah kita ganti. Tinggal pemasangan dan penyambungan listriknya,” ujarnya.
Persoalan penerangan juga menjadi perhatian di sejumlah ruang publik yang ramai dikunjungi warga pada malam hari. Salah satunya kawasan Danau Al-Falah di Satimpo yang kerap menjadi tempat berkumpul anak muda.
Sebelumnya, aktivitas sejumlah anak muda di trotoar Jalan MT Haryono turut menjadi sorotan setelah mereka diduga membawa minuman keras. Di lokasi tersebut, fasilitas pencahayaan dilaporkan tidak berfungsi.
Minimnya penerangan di ruang publik menjadi perhatian, tidak hanya untuk menunjang kenyamanan pejalan kaki, tetapi juga agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman pada malam hari.
Bowo menegaskan, koordinasi antardinas diperlukan agar penanganan fasilitas umum berjalan sesuai kewenangan. Perbaikan tidak cukup hanya dengan mengganti lampu, tetapi juga harus memastikan pemasangan dan sambungan listrik berfungsi dengan baik.
Dengan demikian, penerangan di sejumlah titik yang selama ini belum optimal diharapkan dapat kembali berfungsi dan mendukung aktivitas masyarakat di Kota Bontang. (Ak)

