BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Bontang, Rabu (21/10/2026). Penghentian sementara aliran listrik dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 Wita, menyasar sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman.
Manajer PLN ULP Bontang Kota Rendra Alfian Raharjo menjelaskan, gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak terhadap pasokan listrik di sebagian wilayah pelayanan Bontang.
“Gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak terhadap pasokan listrik di sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota,” kata Rendra.
Ia menyebut PLN terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan agar pasokan listrik kembali normal dan aktivitas pelanggan tidak terganggu terlalu lama.
“Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan dampak terhadap aktivitas pelanggan bisa diminimalkan,” ucapnya.
Rendra juga mengingatkan bahwa jadwal dan durasi pemadaman dapat berubah, termasuk kemungkinan pembatalan, bergantung pada kondisi kelistrikan.
“Jadwal dan durasi penghentian sementara ini dapat berubah, termasuk kemungkinan pembatalan, sesuai dengan perkembangan kondisi kelistrikan,” tuturnya.
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, wilayah yang terdampak meliputi Jalan Asmawarman, Tarakan, Potingku, Pendidikan, Palembang, Durian, Taman Siswa, Damai, Simon Tampubolon, HM Ardans, Ulin, Kanaan, sebagian HOP, serta sebagian Jalan A Yani.
Pemadaman juga mencakup Jalan Sultan Syahrir, Selat Karimata, Habibon, Selat Rote, Jenderal Soedirman, WR Soepratman, Cumi-Cumi, dan Kenangan.
Di tengah pemadaman yang kembali terjadi, keluhan datang dari warga. Daud, warga Tanjung Laut, mempertanyakan gangguan pasokan listrik yang menurutnya terjadi hampir setiap hari. Ia menyebut wilayah tempat tinggalnya juga terdampak pemadaman sehari sebelumnya.
“Kemarin juga kena dampak pemadaman. Ini seperti bulan lalu, ada apa ini,” kata Daud.
Ia khawatir pemadaman berulang kembali menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik di rumahnya. Pasalnya, kulkas miliknya rusak saat pemadaman pada bulan lalu dan belum sepenuhnya terganti.
“Kulkas saya rusak, ini potensi perangkat lain mengalami kerusakan,” ucapnya.
Daud berharap PLN memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai gangguan pasokan listrik yang berulang, sekaligus memastikan upaya pemulihan berjalan optimal. Ia menilai kepastian informasi dan keandalan listrik penting agar aktivitas rumah tangga tidak terus terganggu.
Selain itu, PLN mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 Wita. Pelanggan disarankan mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta memanfaatkan perangkat hemat energi.
Pelanggan juga diminta memantau informasi resmi PLN untuk mengetahui perkembangan kondisi pasokan listrik. (ak)







