• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Banyak PHK, Pengaruhi Bisnis Penjualan Sepeda Motor

by BontangPost
1 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KENA IMBAS: Penjualan sepeda motor di Bontang terkena dampak pengurangan tenaga kerja.(LUKMAN/BONTANG POST)

KENA IMBAS: Penjualan sepeda motor di Bontang terkena dampak pengurangan tenaga kerja.(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengurangan karyawan di industri tambang rupanya ikut andil dalam memengaruhi tingkat penjualan sepeda motor di Kota Taman di sepanjang 2016. Meski sempat mengalami penurunan yang juga dipengaruhi faktor-faktor lain, namun tren penjualan mulai membaik di penghujung tahun.

Sebagaimana yang dialami PT Nusantara Surya Sakti (NSS) selaku diler resmi sepeda motor Honda. Kepala Cabang PT NSS Bontang Alexander Sembiring mengungkapkan, penjualan sepeda motor Honda di dilernya sempat mengalami penurunan di awal 2016. Bahkan angka penurunannya mencapai 30 persen.

“Pengurangan tenaga kerja di perusahaan tambang di awal-awal tahun berpengaruh pada penjualan kami. Khususnya para pembeli dari pihak tambang berkurang. Setelah itu perlahan berjalan normal,” kata Alexander saat ditemui Bontang Post, Sabtu (31/12) kemarin.

Penurunan signifikan lantas terjadi selepas Idulfitri pada bulan Juli. Adanya kendala dalam pengiriman sepeda motor dari diler utama ke Bontang membuat PT NSS kehabisan stok. Alhasil, penjualan pun mengalami penurunan. Bila normalnya rata-rata penjualan dalam sebulan mencapai 130 sampai 150 unit, selepas Idulfitri angka berada di bawah rata-rata tersebut. Bahkan di bulan Juli, penjualan tercatat hanya 56 unit.

Baca Juga:  Pembangunan Pasar Dihalangi Oknum Warga 

Pengiriman sepeda motor baru pulih kembali pada November silam, yang berpengaruh pada tingkat penjualan di bulan Desember yang melejit. “Tercatat penjualan Desember sebanyak 191 unit sepeda motor Honda. Tapi ini imbas dari kekosongan selama tiga bulan terakhir. Sehingga saat barangnya ada, penjualan pun meningkat,” jelasnya.

Adapaun tipe sepeda motor Honda yang paling diminati pembeli adalah Scoopy. Sampai-sampai Alexander mengaku kewalahan menerima pesanan sepeda motor jenis ini. Sampai-sampai stoknya pun kosong. “Selama Desember, Scoopy yang terjual sebanyak 65 unit, yang inden sekitar 50-an unit. Mungkin karena desainnya yang bagus dan juga teknologi yang dimilikinya,” tambah Alexander.

Ditanya apakah penjualan terdampak defisit anggaran Pemkot Bontang, dia menyebut sejauh ini belum melihat tanda-tandanya. Karena kata dia defisit Kota Bontang baru terjadi dalam tiga bulan terakhir. Kalaupun terdampak, kemungkinan akan terjadi di tahun 2017.

Baca Juga:  Tim Supervisi Dit Binmas Polda Kaltim Sambangi Polres Bontang

“Namun dengan kondisi pengiriman barang yang membaik, Alexander optimistis penjualan di 2017 akan membaik. Harapannya tentu bisa memenuhi target,” ujarnya.

Adanya penurunan penjualan sepeda motor karena pengurangan tenaga kerja juga diamini Syaripuddin, koordinator sales di PT Samekarindo Indah Bontang yang merupakan diler resmi sepeda motor Suzuki. Dia mengungkap, bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, penjualan sepeda motor Suzuki mengalami penurunan. Hal ini menurutnya merupakan imbas dari pengaruh ekonomi global yang sedang melemah.

Kata dia, dengan market share sebesar 5 persen di Bontang, sebelumnya rata-rata penjualan sepeda motor Suzuki per bulannya mencapai 30 sampai 35 unit. Namun kini rata-ratanya menurun menjadi 20 sampai 25 unit sepeda motor per bulannya. Dengan Suzuki Satria mendominasi penjualan selama ini.

Baca Juga:  NGERI!!! Kakek 77 Tahun Ditemukan Membusuk

“Karena krisis ekonomi global. Banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya. Sehingga daya beli masyarakat pun menurun. Sekarang lebih prioritas pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Syaripuddin.

Apalagi menurutnya sebagai daerah industry, Bontang sangat dipengaruhi oleh pergerakan perusahaan. Daya beli yang menurun inilah yang membuat Samekarindo belum memasang promo khusus untuk meningkatkan penjualan. Namun begitu dia optimistis penjualan di tahun 2017 bisa membaik. Salah satunya karena di 2017 mendatang Suzuki mengeluarkan tipe sepeda motor sport terbaru yaitu Suzuki GSXR 150.

“Harapannya dengan kemampuan dan kualitas yang ditawarkan, produk baru ini nanti bisa meningkatkan penjualan sepeda motor Suzuki,” tandasnya. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bisnisbontangPHK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kebutuhan Non PNS Tergantung SKPD, Sekda : Januari Pembaruan Kontrak Non PNS

Next Post

Jika Ada Duit, Neni Janji Bayar, Januari, Kontraktor Dikumpulkan Lagi 

Related Posts

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Mulai 2025, Korban PHK Berhak Terima 60 Persen Gaji Selama 6 Bulan
Nasional

Mulai 2025, Korban PHK Berhak Terima 60 Persen Gaji Selama 6 Bulan

19 Desember 2024, 10:32
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.