Baru 665 Orang yang Terdaftar
SANGATTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kutim terus mendata pensiunan TNI-Polri yang tersebar di 18 kecamatan.
Mereka semua akan dimasukkan sebagai peserta BPJS. Dari data sementara, pihaknya mencatat baru terdapat 655 peserta. Bukan murni pensiunan, akan tetapi termasuk sanak keluarga.
Dari data tersebut, bisa dipastikan masih banyak pensiunan TNI-Polri yang belum tergabung dalam BPJS. Tentu saja hal ini merupakan tanggungjawab BPJS untuk mendata.
“Makanya kami terus mencari dimana saja semua pensiunan. Baik yang bersifat individu maupun berbentuk organisasi. Yang jelas mereka semua harus terdata,” ujar Kepala BPJS Kutim Nurlia Afyanti.
Hal ini dimaksud untuk memudahkan pada saat akan berobat. Mereka semua dilayani secara gratis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
Terlebih menjadi peserta BPJS hukumnya wajib. Tidak memandang status. Baik kaya maupun miskin. Semua diwajibkan. Meskipun nyatanya, kartu tersebut tidak digunakan.
“Bukan karena digunakan atau tidak, kaya atau miskin, tetapi bergabung di BPJS akan membantu sesama. Kita gotong royong menolong orang yang membutuhkan,” kata Lia.
Tidak hanya ditekankan pada pensiunan saja, akan tetapi semua masyarakat Kutim. Pasalnya, hingga saat ini peserta BPJS baru terdata sebanyak 226.623 jiwa.
Jauh lebih kecil dari Kota Samarinda dan Kutai Kertanegara. Padahal, jumlah penduduk Kutim saat ini 400 ribu lebih.
“Jadi kita masih mencapai 68,37 persen. Masih perlu kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS. Mudahan saja 2018 hingga 2019 ini sudah tercapai semua,” harapnya. (dy)







